728 x 90




Gubernur Mulai Gerakan Tanam Padi Mt. 2018

img
Demi mendukung swasembada pangan, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, mencanangkan Gerakan Tanam Padi Mt. 2018 Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dimulai di Poktan Sumber Rejeki II, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (14/5/2018).* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com) -- Dalam rangka percepatan pengolahan lahan dan tanam, demi mendukung swasembada pangan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mencanangkan Gerakan Tanam Padi Mt. 2018 Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dimulai di Poktan Sumber Rejeki II, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (14/5/2018).

Gubernur mengatakan, lahan tani di Jabar terbagi dua wilayah, yakni Utara dan Selatan. Selatan antara lain Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Cianjur, dan Sukabumi. Wilayah utara di antaranya Subang, Karawang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.

Aher menuturkan, 80% sawah Jabar, ada di kawasan Utara. Tetapi indeks pertanamannya (IP) lebih rendah daripada kawasan Selatan. IP-nya hanya 1,8, sedangkan kawasan Selatan IP-nya mencapai 2,8.

"Dalam satu tahun kita targetkan mudah-mudahan panen di Jabar itu ada kenaikan. Kalau kawasan utara naik 2,8 (IP), maka produksi akan naik, Selatan pun baiknya naik 3," harapnya.

Peningkatan IP perlu ditempuh, sebagai salah satu strategi dalam peningkatan panen padi. Hal ini perlu dibarengi dengan perbaikan sistem irigasi, wilayah pertanian Utara maupun Selatan.

Menurut Aher, upaya ini bisa dilakukan dengan mengoptimalkan ketersediaan air di Waduk Jatigede, untuk kawasan Utara, serta menjaga alam di wilayah Selatan. Kebanyakan lahan tani di wilayah Selatan memanfaatkan air alami dari lingkungan alam sekitar.

"Untuk sumbangsih nasional, kita belum perlu memikirkan sawah baru. Belum terlalu perlu. Diperlukan irigasi yang bisa mengairi sawah sawah yang ada," ujarnya.

Aher juga sempat menyarankan petani setempat untuk bisa melakukan mina padi ke depannya. Mina padi merupakan suatu bentuk usaha tani gabungan (combined farming), memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya ikan, sehingga memaksimalkan hasil tanah sawah.

"Mina, berati ikan, dan padi. Dengan demikian, meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas sekaligus," jelasnya.

Pada pencanangan gerakan tani di Ciparay, diserahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) oleh Gubernur Jabar, di antaranya traktor roda dua sebanyak 1.012 unit kepada Kelompok Tani (Keltan) Tani Jaya, Desa Cigentur Kecamatan Paseh; pompa air empat inch, 865 unit kepada Keltan Sumber Rejeki II Ciparay; hand sprayer elektrik sebanyak 4.325 unit kepada UPT PPP Pacet; Cultivator 144 unit kepada Keltan Sawargi, Desa Girimulya, Kecamatan Pacet; Power Thrasher 259 unit, kepada Brigade Alsintan Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar, Hendy Jatnika, mengatakan lahan baku sawah menurut data 2016 dan 2017 ada 926 ribu hektar. Areal tersebut bisa dilakukan penanaman dan panen sampai dua juta hektar, karena ada lahan yang dua kali panen.

Dari ramalan Pusdatin Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan BPS, kata Hendy Jatnika, produksi gabah kering giling sebesar 12,5 juta ton. Sebanyak 65 persen di antaranya merupakan produksi beras.

Berdasarkan angka tersebut, berarti angka produksi beras di Jabar pada 2017 ditaksir sekira 8 juta ton. Selain setiap tahunnya, Jabar memiliki sur plus sebesar tiga juta ton.

Kata Hendy, kegiatan Gerakan Tanam Padi yang digelarnya, ditujukan untuk percepatan tanam padi mt. 2018 periode bulan April-September di Jabar.

"Ini juga dilakukan guna meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku di bidang pertanian dalam upaya peningkatan produksi pada," kata Hendy.* dar