728 x 90




Kasus Teror, Maung Insitute Desak Bentuk Tim Pencari Fakta Independen

  • Rubrik: Peristiwa
  • 15 Mei 2018 | 23:05 WIB
  • 00255
img
Aksi pengeboman di Surabaya.* ist.

BANDUNG, (PJO.com) -- Manusia Unggul (Maung) Institute Bandung menyatakan mengecam segala bentuk aksi kekerasan yang bertujuan menebarkan teror di Bumi Pertiwi.  Hal tersebut ditegaskan menyusul terjadinya sejumlah ledakan yang terjadi di sejumlah tempat di Surabaya, Jawa Timur, hingga mengakibatkan belasan korban meninggal dunia dan puluhan lainnya menderita luka-luka.

Terjadinya aksi bom bunuh diri, memicu terjadinya berbagai analisis dan tafsir atas terjadinya aksi aksi terorisme di Indonesia. Mulai dugaan dilakukan oleh jaringan radikal, kelompok radikal ISIS, operasi intelejen, bahkan dugaan dibuat sendiri oleh pemerintah untuk tujuan politik.

“Namun apa pun itu pernyataannya, telah menimbulkan praduga dan fitnah-fitnah,” tegas Ketua Maung Institute, M. Rizal Fadillah.

Karenanya, tambah dia, Maung Insitutute  Bandung meminta sekaligus mendesak tiga hal, yakni segera bentuk Tim  Pencari Fakta Independen yang menyelidiki sejauh mana aksi-aksi terorisme ini murni atau rekayasa.

Ke dua, kata Rizal, proses hukum teroris yang tertangkap secara terbuka, sehingga dapat dinilai rangkaian kerja dan agenda jaringan. Pengadilan adalah tempat terbaik untuk penilaian dari aspek hukum hingga spektrum politik

“Terakhir, buktikan kehebatan Polri dibantu TNI dengan alat kelengkapannya untuk menangkap satu saja dalang dari operasi aksi terorisme. Semua tahu bahwa tidak ada aksi yang berdiri sendiri,”paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Maung insntiute, Harry, menambahkan, terorisme bukan saja diprihatinkan atau dikutuk, tetapi kiranya bisa diselesaikan dengan langkah sosial, hukum, dan politik.

“Semoga teror-teror selama ini bukan bagian dari 'main main' yang membahayakan,” ungkap Harry seraya berharap.* har