728 x 90




Aher Kutuk Keras Bom Surabaya

  • Rubrik: Peristiwa
  • 13 Mei 2018 | 19:50 WIB
  • 00265
img
Gubernur Aher saat acara Harmoni Budaya Jawa Sunda, Jumat (11/5/18). Pada acara tersebut hadir pula Gubernur Jatim, Soekarwo (Pakde Karwo).* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com), -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. 

Menurut dia, agama apa pun tidak pernah ajarkan terorisme dan radikalisme. Karenanya, atas nama pemerintah dan masyarakat Jawa Barat menyesalkan, menyayangkan, sekaligus tidak pernah setuju dengan tindakan terorisme. 

"Kami mengutuk keras terorisme oleh siapa pun, atas alasan apa pun, kapan pun kejadiannya, serta apa pun targetnya," katanya di Gedung Sate, Minggu (13/5/2018) pagi. 

Saat ditanya langkah atas peristiwa tersebut, Aher menyebutkan, pihaknya akan meningkatkan konsolidasi dengan unsur pimpinan lainnya sebagai tindak antisipatif pasca serangan bom Surabaya. 

Menurut dia, tindak koordinasi tercakup dalam peningkatan keamanan dan deteksi dini potensi radikalisme di wilayahnya. 

"Ini jadi pelajaran di Jabar, Pemprov Jabar akan tingkatkan konsolidasi dengan Kapolda, Pangdam, hingga MUI. Kami kawal agar tidak ada kejadian radikalisme dan terorisme serupa di Jawa Barat," tegasnya.

Menurut Aher, tindak seperti bom bunuh diri di Surabaya menyalahi agama, norma sosial, hingga undang-undang. Seluruhnya tindaknya salah dan menjadi tidak relevan jika dikaitkan dengan agama tertentu.   

"Jangan dihubungkan dengan agama apa pun. Boleh jadi pelaku mengaku ada kaitan dengan agama, tetapi sesungguhnya tidak ada hubungan dengan agama apa pun yang dianut. Hanya pemahaman sempit agama si pelaku," sambungnya.* dar