728 x 90




Disdik Jabar Apresiasi Aspirasi HMI

  • Rubrik: Peristiwa
  • 03 Mei 2018 | 20:50 WIB
  • 00388
img
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Firman Adam, mengapresiasi secara langsung aspirasi dari HMI Cabang Bandung, yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di Jalan DR. Rajiman, Rabu (2/5).* ist.

BANDUNG, (PJO.com)  – Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Firman Adam, mengapresiasi secara langsung aspirasi, baik kritikan dan masukan, dari puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Bandung, yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di Jalan DR. Rajiman, Rabu (2/5).

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), HMI menyoroti kualitas pendidikan Indonesia yang dinilainya semakin memprihatinkan. Hal ini terbukti dari kualitas guru, sarana, dan prasarana belajar dan murid-muridnya. Guru-guru saat ini kurang kompeten dan profesional. Ironisnya, orang menjadi guru karena tidak diterima jurusan lain atau kekurangan dana. Sarana dan prasarana pembelajaran juga turut menjadi faktor semakin terpuruknya pendidikan di Indonesia.

Fakta hari ini, menurut mereka, di Jabar satu dari dua siswa menengah pertama tidak melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Padahal alokasi dana pendidikan mencapai Rp3 triliun untuk setahun. Apalagi Jabar memiliki beberapa perguruan tinggi berkualitas, seperti ITB dan Universitas Padjadjaran, namun masih harus terus berjuang menyediakan fasilitas pendidikan.

Berdasarkan data Bappeda Jabar tahun 2017, dinyatakan darurat pendidikan sekolah menengah atas (SMA), indikasi angka partisipasi kasar (APK) siswa SMA/SMK sederajat hanya 51% lulusan SMP meneruskan ke SMA/SMK.

HMI juga menyoroti Pemprov Jabar belum berpihak pada pembangunan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang pendidikan. APK di Jabar yang begitu rendah, tidak lepas dari kondisi kemiskinan penduduk yang masih menjadi problem utama, hingga dampak dari kemiskinan sangat berpengaruh bagi akses pendidikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), Jabar urutan ke 15 secara nasional. HMI menilai dengan IPM rendah ini membuktikan tingkat kualitas pendidikan, kesehatan, dan kualitas masyarakat nya pun ikut-ikutan rendah.

Atas dasar itu ada 6 tuntutan HMI, menuntut perluasan akses pendidikan, menolak adanya kapitalisasi, tingkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru, mendesak pemerintah untuk membangun infrastruktur pendidikan, meningkatkan anggaran pendidikan, dan membebaskan pembiayaan bagi masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas pendidikan.* dar