728 x 90




Parasamya Purnakarya Nugraha Kado Terindah Bagi Aher

img
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, (25/4/2018). * humas jabar

JAKARTA, (PJO.com) -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi satu-satunya pemerintah provinsi, dengan kinerja tertinggi nasional selama tiga tahun berturut-turut pada 2014, 2015, dan 2016. Untuk itu, Jabar berhak mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia, yang ditetapkan Kepres Nomor 24/TK tahun 2018.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), menerima langsung penghargaan yang diserahkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, (25/4/2018). 

"Pertama tentu bersyukur kepada Allah SWT, pada saat yang sama saya nyatakan ini prestasi bersama, ini penghargaan untuk semua masyarakat Jawa Barat, untuk semua stakeholder pembangunan," ungkap Aher.

Parasamya Purnakarya Nugraha, merupakan tanda kehormatan tertinggi pelaksanaan pembangunan. Gubernur Aher bersyukur, hadiah tertinggi dari Presiden dalam prestasi pembangunan ini, menjadi kado terindah untuknya, yang akan meninggalkan Gedung Sate.

Aher juga menuturkan bahwa penghargaan yang diraihnya merupakan sebuah tanggung jawab yang telah terselesaikan. Suatu tugas yang dilaksanakan sebaik-baiknya secara amanah.

"Kemudian dinilai keberhasilannya, kemudian ada penghargaan, penghargaan ‘kan di ujung, dan harus memicu prestasi lain, kinerja lain, itu maknanya," kata Aher.

Terkait dirinya yang akan habis masa jabatan sebagai Gubernur Jawa Barat Periode 2013-2018, Ia menyatakan kiprahnya ke depan dalam memajukan bangsa pada umumnya, dan Jawa Barat khususnya, akan ia terus usahakan, baik secara formal lewat jalur pemerintahan ataupun secara informal dengan sistem di luar pemerintahan.

"Kita tidak boleh berhenti berkarya. Justru kita akan dinilai oleh siapa pun karena karya kita, karena manfaat yang dirasakan oleh masyarakat," kata Aher.

"Saya punya teori kesalehan social. Jadi kesalehan sosial atau ketakwaan sosial itu adalah saat seseorang hadir di tengah masyarakat, dan masyarakat yang hadir di sekitarnya merasakan manfaat kehadiran saya, sekarang saya hadir sebagai gubenur. Mudah-mudahan prestasi sosial kita menjadi baik juga di mata Allah SWT," tuturnya.

Aher menyebutkan, dihitung dari janji-janji gubernur saat kampanye, maupun yang termaktub di RPJMD, Pemerintah Pusat menilai keseluruhannya terpenuhi lebih dari 90 persen-nya.

Tentu di samping itu, ada hal-hal baru yang berkembang yang tidak masuk di RPJMD. Seperti misalnya pengembangan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu, yang dengan penuh rasa syukur akhirnya Pemprov Jabar berhasil mengorbitkan Nasional Geopark tersebut menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

Pesan untuk gubernur selanjutnya, Aher berucap, tidak pernah ada seseorang yang bisa menyelesaikan segalanya, tidak pernah ada satuan waktu yang bisa menyelesaiakn segalanya. Seperti periodesasi jabatan 5 tahun, 10 tahun, tidak mungkin cukup untuk menyelesaikan segalanya. Artinya, tidak mungkin berbagai macam persoalan pun diselesaikan sendirian.

"Saya selalu menghormati masa lalu, karena saya melanjutkan yang sudah dibuat pendahulu saya. Sebagaimana saya menghormati dan melanjutkan pendahulu saya, kami berharap pasangan calon yang terpilih untuk juga melanjutkan apa yang kami capai sekarang," katanya.

Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sebut Aher, tidak ada hentinya untuk terus dilanjutkan pembangunannya. Jabar juga gudang pangan, kawasan pemasok pangan, juga tempat industri manufaktur berada. Sehingga ekonomi cepet naik, ketika ada goncangan cepat turun.

 

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), mengucap selamat kepada Kepala Daerah yang hari ini mendapat penghargaan.

JK mengatakan, penghargaan adalah suatu hal yang penting sebagai apresiasi atas prestasi yang dicapai. Sekaligus, kepada para pejabat lainnya, untuk menjadi contoh untuk juga berprestasi.

"Ini juga tanda keberhasilan membina otonomi daerah. Seperti hari ini, kita memperingati hari otonomi daerah ke-22," kata JK.* dar