728 x 90




Pengguna Internet Dunia Capai 4 Miliar, Indonesia 132 Juta

  • Rubrik: Pendidikan
  • 25 April 2018 | 14:25 WIB
  • 00634
img
Mochamad Ashari (tengah) tampak serius mengikuti Stadium General bertema "Digital Rangers yang digelar di Telkom University Bandung Rabu (25/4). PJO.Com-Axmals

Bandung, (PJO.Com)---Menurut We Are Social, pengguna internet dunia mencapai 4 Miliyar, 53%. Di Indonesia sendiri pengguna internet mencapai 132 juta, 50% dari total penduduk indonesia. Aktif menggunakan media sosial dan mobile smartphone untuk mengakses internet. Selain berkomunikasi, tujuan berselancar didunia maya mencari informasi dan menunjukkan tindakan mereka. Usia generasi millinneals di indonesia adalah 19 sampai 34 tahun, hampir 50% dari total pengguna internet. 

Namun, hadirnya internet di Indonesia menimbulkan beberapa aspek, diantaranya yaitu nilai-nilai sosial, Pendidikan, Pekerjaan, dan Kewirausahaan. 

The Hatch berkerja sama dengan Pusat Pengembangan Karir Telkom University mencetak generasi millennials menjadi bagian dari Digital Rangers. Sejak berkerja sama pada Januari 2018, The Hatch Tel U membuka program dengan edukasi masal seputar digital industri dan perekrutan tim The Hatch Tel U Batch I

"Satu keniscayaan, dunia sosial, dan pendidikan juga berubah. Mengubah diri, kita semua khususnya mahasiswa, pendidikan tinggi itu mendidik kita menjadi tiga macam, pemikir atau anilize, peneliti dari anda, dididik untuk menjadi pencipta, dan terampil," jelas Prof. Ir. Mochamad Ashari, M. Eng., Ph.D, Rektor Telkom University, saat membuka Stadium General bertema "Digital Rangers”. di Gedung K (Gedung Damar) Telkom University Rabu (25/4).

Karena itu, tambah Ashari, sejak beberapa waktu lalu Telkom University mewajibkan magang bagai mahasiswa agar mengenal dunia industri. "Telkom university memprogramkan wajib magang, untuk DIII. Magang sudah kita lakukan masif sejak setahun. Kita bekerjasama dengan Divisi Business Service (DBS) PT Telkom, diperlukan 1000 orang, kita harapkan magang di industri, research center, dengan tujuan mendekatkan anda-anda (mahasiswa --red) ke industri," tambahnya.

Lasya Miranti selaku Managing Director of The Hatch mengungkapkan, “The Hatch hadir untuk membantu menutupi gap yang ada antara kebutuhan talent di digital industry dan lulusan universitas setiap tahunnya.

"Saya berharap teman-teman di industry juga bisa melihat program ini sebagai sesuatu hal yang positive, sehingga kita bisa bersama-sama membantu para Mahasisw mempersiapkan diri ke dunia kerja sejak dini”, tegas Lasya.

Dengan kegiatan ini, para peserta termotivasi untuk ikut andil dalam pekermbangan industry digital Dan bergabung dengan The Hatch Tel U (mifa)