728 x 90




Sekitar 150 Peserta Ikuti International Students Gathering

  • Rubrik: Pendidikan
  • 24 April 2018 | 16:12 WIB
  • 00497
img
Kepala Museum KAA, Meinarti Fauzie saat membuka kegiatan International Students Gathering (ISG) yang diikuti sedikitnya 150 peserta. Acara yang digagas Kementerian Luar Negeri melaiui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Konfrensi Asia-Afrika (KAA) bekerja sama dengan Universitas Telkom Bandung ini, diharapkan dapat menjadi wadah khususnya mahasiswa asal Afrika yang sedang menempuh studi di Indonesia untuk memperoleh perkembangan terkini soal hubungan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika. PJO.Com-Axmals

Bandung, (PJO.Com)--Selain Kota Bandung, sedikitnya 150 peserta dari berbagai daerah seperti Jakarta, Malang, Surabaya, dan Bogor mengikuti International Students Gathering (ISG) di Ruang Pameran Tetap Museum KAA Jalan Asia Afrika Bandung, Selasa, (24/4/). ISG merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 63 Tahun KAA di Museum KAA.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Kementerian Luar Negeri melaiui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA) dengan Telkom University Bandung. 

Acara dibuka Kepala Museum KAA, Meinarti Fauzie. Hadir Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri, Daniel Tumpal Simanjuntak dan Rektor Universitas Telkom, Professor Mochamad Ashari. Keduanya berbicara soal Indonesia-Africa Forum (IAF) dalam sesi pemaparan. Puncaknya adalah mingling session di mana para peserta yang berasal dari berbagai negara dan universitas berkesempatan untuk bertukar Informasi dan membangun jejaring kerja.

Museum KAA sengaja memilih topik IAF pada acara ISG kali ini, dikarenakan sejalan dengan visi perhelatan IAF yang telah digelar sebelumnya di Bali pada 10-11 April 2018. Dengan demikian, melalui acara ISG Museum KAA hendak memberikan kesempatan bagi para mahasiswa asing, khususnya mahasiswa asal Afrika yang sedang menempuh studi di Indonesia untuk memperoleh perkembangan terkini soal hubungan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika.

Museum KAA telah rutin menggelar ISG sejak tahun 2016. ISG merupakan salah satu hasil kesepakatan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika yang dilaksanakan oleh Museum KAA pada tahun 2015. ISG diharapkan berperan sebagai forum komunikasi mahasiswa internasional yang tengah menempuh studi di Indonesia, khususnya di Kota Bandung.

ISG tak Iepas dari warisan intelektual Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955 yang bertujuan untuk menciptakan sebuah platform kerja sama antar bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam berbagai bidang. Konferensi itu juga mendorong negara-negara Asia dan Afrika yang masih terjajah untuk meraih kemerdekaan dan memperjuangkan hak untuk menentukan nasib sendiri (self-determination).

KAA melahirkan Sepuluh Prinsip Bandung atau popuier sebagai Dasasila Bandung. Nilai-nilai, seperti kesetaraan, toleransi, kerja sama, dan hidup berdampingan secara damai adalah intisari dari Dasasila Bandung. Nilai-nilai itu hingga kini dalam hubungan internasional masih relevan. (mifa)