728 x 90




Pembenahan BUMD Jadi PR Gubernur Mendatang

img
Berfoto bersama usai Rapat Kerja Pansus I terkait LKPJ Tahun Anggaran (TA) 2017 dan Akhir Masa Jabatan Gubernur Jawa Barat 2013-2018 di Ruang Rapat Banmus Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan. Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Senin (23/4).* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com) – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), menegaskan pihaknya terus berkomitmen membenahi Badan Usaha Milik daerah (BUMD) Pemprov Jawa Barat. Ke depan pemerintah daerah harus memiliki orietasi pengawasan dan penyehatan terhadap BUMD.

 “Sejak 2008 kita terus melakukan pembenahan. Sebagiannya sudah berhasil sehat, sebagian lagi masih dalam penyehatan,” ujar Aher, ditemui usai Rapat Kerja Pansus I terkait LKPJ Tahun Anggaran (TA) 2017 dan Akhir Masa Jabatan Gubernur Jawa Barat 2013-2018 di Ruang Rapat Banmus Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan. Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Senin (23/4).

 “Saya kira ke depan kita harus punya orientasi BUMD ini harus dipantau terus dan disehatkan, dirasionalkan,”  tambahnya.

Aher menambahkan, porsi tenaga kerja di BUMD tertentu terlalu besar. Hal itu menjadi beban bagi BUMD. Di sisi lain, Pemprov Jabar juga tidak bisa melakukan PHK karena perlu ada pembiayaan APBD.

“Tadi (rapat kerja) juga mencuat ke permukaan tentang kebanyakan tenaga kerja pada BUMD-BUMD tertentu. Ini menjadi beban bagi BUMD,” kata Aher.

DPRD Jabar menilai BUMD harus bisa memberikan kontribusi lebih pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). BUMD tidak efektif lebih baik digabung atau merger. Ketua Pansus I Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) TA 2017 dan Akhir Masa Jabatan (AMJ) DPRD Jabar, Gatot Cahyono, menyatakan  pembenahan BUMD akan menjadi “Pekerjaan Rumah (PR)” untuk Gubernur Jabar 2018-2023.

“BUMD kita faktanya memang ada yang jalan bagus, setengah bagus, semaput. Sudah sampai ke tingkat seperti itu dan banyak juga anak perusahaannya yang tidak jalan,” jelas Gatot dalam rapat kerja.

“Saya kira ini “PR” buat gubernur yang akan datang,” pungkasnya.

 DPRD Jabar Apresiasi Capaian Pemprov Jabar

Terkait LKPJ TA 2017, Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, mengapresiasi capaian-capaian yang diraih Pemprov Jabar di bidang pembangunan infrastruktur dan kemasyarakatan. Seperti Catur Sukses Penyelenggaraan PON XIX Jabar 2016 dan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka.

“Di penghujung masa jabatan Gubernur ini, masyarakat Jabar memperoleh kado terindah, yaitu akan diresmikannya Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka. Insyaallah merupakan bandara terbesar ke dua setelah Bandara Soekarno-Hatta,” tutur Ineu dalam rapat kerja.

“Harapannya, akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” lanjutnya.

Apresiasi lain juga diberikan kepada Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Aher. Gubernur asal Kabupaten Sukabumi ini akan mendapat penghargaan tertinggi dari Presiden RI, Parasamya Purnakarya Nugraha. Penghargaan akan diberikan Presiden Jokowi pada 25 April 2018 di Jakarta.

“Apresiasi lain di penghujung kepemimpinan Saudara (Gubernur), juga telah diraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugeraha dari Pemerintah Pusat atas kinerja yang dinilai baik dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” ucap Ineu.

“Undangannya sudah kami terima, Pak Gubernur. DPRD diminta untuk menyaksikan. Insyaallah kami hadir,” imbuhnya.

Terkait LKPJ TA 2017, ada beberapa hal yang menjadi penekanan Pansus I DPRD Jabar. Ketua Pansus I, Gatot Cahyono, juga sangat mengapresiasi capaian-capaian yang diraih Pemprov Jabar. Seluruh indikator ekokomi berjalan baik dan capaian investasi cukup tinggi.

“Namun, dalam implementasinya masih ada persoalan kemiskinan yang secara angka masih cukup besar,” tegas Gatot.* dar