728 x 90




Angleng Di Pasar Buhun Cafe Zie

  • Rubrik: Inspirasi
  • 21 April 2018 | 20:23 WIB
  • 00359
img
Ibu Elis (kanan) bersama rekan-rekannya saat memeragakan proses pembuatan Angleng, di Grand Opening Pasar Buhun Cafe Zie Bandung. Angleng merupakan salah satu kudapan khas tanah Parahyangan yang telah ada ratusan tahun lalu. PJO.Com-Axmals

Bandung, (PJO.Com)---Diantara makanan dan kudapan jaman baheula di even Pasar Buhun yang digelar Cafe Zie di Jalan Van De Venter, PJO,com tertarik dengan salah satu cemilan yang cukup dikenal sejak dulu, yaitu Angleng. 

Bahan untuk membuat makanan ringan itu juga tidak terlalu banyak. Selain tepung beras, ketan dan kelapa, juga ada gula aren. Namun jangan salah, membuat Angleng harus tahu porsi dan teknik memasak.

"Paling lama 15 menit dimasak di kuali, dan apinya juga tidak terlalu besar, karena berpengaruh terhadap rasa. Selain itu jangan terlalu manis," kata Ibu Elis saat dikunjungi PJO.Com saat meramaikan launching Pasar Buhun Pitaloka. 

Ibu Elis yang sudah cukup lama menekuni dunia kuliner ini melanjutkan, setelah 15 menit Angleng dikuali, dan gula aren mulai mengental, lalu digulung dengan plastik atau daun pisang. "Kenapa dinamakan Angleng, karena saat proses pembuatannya, digeleng-geleng," tambah ibu yang berusia diatas 65 tahun ini seraya menambahkan kelapa yang dicampu cukup setengahnya. 
 

Dimintai komentarnya, Caria, Dosen Manajemen UPI yang juga sebagai pembina mengungkapkan, pihaknya ingin mengangkat kembali budaya lokal melalui kuliner yang dulu pernah dikenal.

"Untuk pemasaran dan packagingnya, kita yang kelola. Bahkan kita sudah bekerjasama dengan beberapa Kelurahan, setiap ada warga yang mampu membuat atau memproduksi makanan tradisional, kita bantu pemasaranny," kata Caria.

Menurutnya, makanan-makanan atau cemilan jaman dahulu, semuanya berbahan alami. Berbeda dengan saat ini, hampir semua makanan sudah bercampur dengan bumbu penyedap atau msg.

"Karena itu kami optimis, kecendrungan masyarakat akan kesehatan, semakin meningkat, terutama dalam memilih pola makan sehat. Karena semua makanan tradisional seperti Angleng ini, bebas pengawet," yambahnya.

Disinggung pemasaran Angleng yang dikelolalanya, saat ini pemonat kudapan itu masih di seputar Jawa-Barat. Terutama di Kabupaten Bandung. "Angleng kita pasarkan melalui media sosial, group wa dan sebagainya. Kalau masayarakat berminat bisa menghubungi via instagram indonesiangastro, atau email indonesia27angleng@gmail.com atau via WA di 085882571405. 

Sementara penggagas Pasar Buhun Gita mengungkapkan, even ini merupakan Kerjasama (PBWBGS) dan Yayasan Pitaloka yang peduli dengan upaya menjaga pola hidup sehat dengan makanan dan minuman Sunda organik. 

"Ini salah satu langkah strategis, sistematis, bila dilaksanakan para stakeholder pelestari makanan dan minuman Sunda  secara konsisten dapat menjadikan Café Zie di Jalan Van de Venter No. 14 sebagai destinasi wisata gastronomi Sunda di Kota Bandung," kata Gita yang juga seniman ini. (mifa)  

--