728 x 90




Len Kirim Produk Persinyalan ke Bangladesh

img
PT. Len Industri (Persero) melalui anak perusahannya, PT. Len Railway Systems (LRS), baru saja mengirimkan peralatan interlocking perkeretaapian ke Bangladesh.* ist.

BANDUNG, (PJO.com) – PT. Len Industri (Persero) melalui anak perusahannya, PT. Len Railway Systems (LRS), baru saja mengirimkan peralatan interlocking perkeretaapian ke Bangladesh. Produk tersebut diberangkatkan Jumat (13/4) dari Tanjung Priuk setelah fumigasi dan transit di Singapore hingga 20 April 2018, lalu diberangkatkan kembali dan diperkirakan akan tiba di Bangladesh pada 5 Mei 2018 di Pelabuhan Chittagong, Bangladesh.

Direktur Utama PT. LRS, Dewayana Agung Nugroho  menjelaskan, produk yang dikirim berupa peralatan interlocking yang akan di pasang di empat stasiun, yakni Stasiun Jamtoil, Stasiun Chatmohar, Stasiun Bangabadu Setu West, dan Stasiun Bangabadu Setu East.

“Kita juga akan melakukan beberapa modifikasi sistem interlocking kereta api eksisting yang ada sekarang. Kemampuan memodifikasi produk persinyalan kereta api dari beberapa vendor lain adalah salah satu kelebihan yang kita miliki. LRS sebagai system integrator dan strategic partner di bidang fasilitas operasi railway,” jelasnya penuh optimis.

Dari pengiriman barang kali ini, ditargetkan pemasangan dapat dilakukan mulai 5 Mei 2018 dan commissioning dapat dilakukan sebelum 28 Juni 2018.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Len Industri, Zakky Gamal Yasin, mengatakan entry point kita untuk masuk ke Bangladesh, walaupun nilainya tidak besar tapi sangat penting.

“Ke depan masih banyak oportunity bisnis di Bangladesh yang bisa dilakukan. Dari Bangladesh ini kita bisa makin merambah ke negara-negara sekitar,” tuturnya.

Proyek modifikasi persinyalan kereta api Jalur Kota Ishurdi hingga Joydebpur sebelumnya ditandatangani oleh Dewayana Agung Nugroho dan Muhammad Afsar Ali, Managing Director Biswas Construction di Hotel Savoy Homann Bandung pada 20 Oktober 2016.

LRS menandatangani kontrak dengan salah satu perusahaan lokal tersebut yang telah memenangi tender pekerjaan di Bangladesh dengan Bangladesh Railway (Regulator dan Pemilik Sarana dan Prasarana Perkeretaapian di Bangladesh) sebagai pemilik pekerjaan.
Sistem SCADA
Sebelumnya, pada April ini, Len juga baru saja mengirim Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquition) ke lokasi Depo Kelapa Gading untuk LRT Jakpro Koridor I setelah melalui FAT (Factory Acceptance Test). Selanjutnya sistem ini akan dipasang di depo tersebut pada Juni 2018.

FAT di PT. Len Industri (Persero) berlangsung selama tujuh hari yang dibuka oleh Direktur Operasional I Len, Linus Andor M. Sijabat, terhitung sejak 26 Februari hingga 2 Maret 2018. Uji coba tersebut melibatkan pihak-pihak yang bekerja sama dalam pembangunan LRT Jakpro, yakni PT. Len Industri, PT. Wijaya Karya, PT. JakPro, PT. Mott MacDonald, PT. Minco, dan PT. KR.
FAT bertujuan untuk memastikan bahwa produk dan sistem dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Pengujian alat yang akan digunakan ini dapat memperkecil risiko kesalahan ketika peralatan tersebut digunakan di lapangan. Dalam kegiatan ini telah membahas beberapa sistem kerja, antara lain SCADA, AMS (Account Management System) dan CCTV (Closed Circuit Television) untuk sistem persinyalan LRT Jakarta Koridor Tahap I, Kelapa Gading – Velodrome.

SCADA merupakan sistem pengendalian dan pengambilan data dalam pengawasan dan menggunakan sistem kendali industri berbasis komputer untuk mengontrol proses industri, manufaktur dan tenaga listrik di dalamnya. Tim juga melakukan peninjauan dan survei industri penerapan sistem CCTV dan pengembangan beberapa sistem yang sudah berjalan berupa rangkaian tes termasuk AMS.* mifa