728 x 90




Telkom University Revolusi Industri 4.0 Dengan CeLOE

  • Rubrik: Pendidikan
  • 13 April 2018 | 15:53 WIB
  • 00086
img
Dr Dadan Rahadian MM, Wakil Rektor Akademik Telkom University saat memaparkan program yang mampu menghadapi revolusi industri 4.0 bernama CeLOE di Telkom University di acara Kick Off CeLOE. PJO.Com-Axmals

Bandung, (PJO.Com)---Telkom University berkomitmen menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan Ilmu pengetahuan dan seni yang berbasis teknologi. Kampus terakreditasi A BAN-PT ini terus melakukan terobosan dalam pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Terbaru, Bagian Pengembangan Pembelajaran (BPP) Telkom University mengukuhkan sebuah program yang mampu menghadapi revolusi industri 4.0. Program itu diberi nama Center for e-Learning and Open Education (CeLOE).

"Kami rancang dan siapkan untuk pengembangan model pembelajaran saat ini dan masa depan. Revolusi 4.0 sdh sangat mendasar di industri, sektor pendidikan masih ambigu, model belajar anak sekarang beda, dengan dulu, mereka cenderung melihat segala sesuatu itu yang bergerak. Contoh YouTube," jelas Dr. Dadan Rahadian MM, Wakil Rektor Akademik Telkom University disela Kick Off CeLOE di Telkom University Bandung Jumat (13/4).

Menurutnya, kemampuan menulis anak saat ini lebih rendah dibanding anak dulu. Anak sekarang senang dengan yang bergerak seperti YouTube. "Kita menyiapkan digital media tervalidasi, ini akan menjadi satu basis pembelajaran yang akan menjadi ekosistem dan akan kita selaraskan dengan regulasi yang ada, nggak bisa langsung. Ada model pembelajaran jarak jauh, sebelum dilaunching oleh pemerintah, kita sudah siap. Kalau kita tidak siap, akan tergilas," tambahnya.

Disinggung realisasi, pihaknya masih menunggu regulasi. "Jika regulasinya sudah ada, kita sudah siap. Targetnya, kita akan proses satu dua tahun, kalau regulasi dipercepat kita percepat juga," pungkasnya seraya menyebutkan Telkom University mendapat rangking tertinggi di Indonesia dari penilaian rangking internasional.

Dimintai komentarnya, pihak Kementrian Riset Dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengapresiasi University Telkom. Sebagai universitas digital dengan Tel You nya, Telkom University diharapkan bisa menjadi Universitas terdepan sebagai kampus digital.

"Karena itu, kita akan undang 10 mahasiswa dari Telkom University untuk bergabung dengan komunitas pariwisata, dimana mereka nantinya akan mengangkat pariwisata," jelas Direktur pembelajaran Kemenristekdikti Dr. Ir parisrtiyanti Nurwardani.

Kemenristekdikti memiliki kebijakan untuk melakukan inovatif. "Pak Mentri punya kebijakan, kita harus melakukan inovatif. Kami menyetujui untuk mengirimkan 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Telkom University yang punya konsentrasi di bidang pariwisata," jelasnya.

Dikatakan, pengelolaan pariwisata terutama di pulau terluar seperti Raja Ampat dan Papua, masih belum baik. "Bagaimana mengelola pariwisata, masih mencari bentuk untuk kerjasama, ini tantangan bagaimana menjaga daerah terluar agar muncul di mata dunia, akhirnya kami membuat program kredit transfer, kita ajak para mahasiswa ke Papua untuk melihat potensi, lalu kita punya blue print," tutup Paristiyanti.

CeLOE digambarkan sebagai pemanfaatan e-learning secara luas dalam bingkai Telkom University sebagai kampus digital. Salah satunya lain e-learning sebagai pendukung pembelajaran regular (e-Supported Learning), e-Learning bagian dari pembelajaran reguler (Blended Learning), e-learning lingkungan belajar jarak jauh (Distance Learning Program). (Mifa)