728 x 90




Perry, Bisnis Itu Harus Pakai Rasa

  • Rubrik: Peristiwa
  • 12 April 2018 | 18:52 WIB
  • 00088
img
Pengusaha Perry Tristanto saat memberikan pemaparan dan pengalamnya dalam dunia usaha dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahawan Bagi Wartawan yang digelar oleh PT Pos Indonesia dan PWI Pusat. Pjo.Com-Axmals

Bandung,--(PJO.Com) Jika ingin memulai usaha bisnis, ada baiknya anda berguru terlebih dahulu pada ahlinya. Seperti Perry Tristanto. Sebelum sukses dengan usaha Factory Outlet, dirinya pernah berjualan kaos namun dengan cara unik. Salah satunya pengusaha ini berdagang kaos di toko kaset.

"Yang paling penting adalah, kita membuka pasar sendiri, jangan kita mencari pasar. Artinya carilah terus inovasi-inovasi. Jangan ikut-ikutan yang lain. Kalau perlu bikin kue, jual di apotik-apotik, sembari menunggu obat, atau panggilan dokter, kan pasien bisa makan kue," kata pemilik Floating Market, Farm House dan puluhan \factory outlet di Kota Bandung ini saat menjadi pembicara di Pelatihan Kewirausahawan Bagi Wartawan yang digagas PT Pos Indonesia bekerjasama dengan PWI Pusat di Graha PT Pos Indonesia Jalan Banda Bandung Kamis (12/4).

Dia melanjutkan, dirinya setiap hari terus belajar dengan mengamati dari para pedagang kecil. "Coba lihat Ceu Mar, makanannya biasa-biasa saja, pinggir jalan. Tapi kenapa bisa ramai, dia berdagang pakai rasa. Padahal kita tahu daerah Cikapundung itu banyak preman, tapi dengan bahasa yang santun, yang tadinya mungkin si preman nggak mau bayar, ketika ditanya, makan naon wae (makan apa saja) pa haji, lha, ini preman dipanggil pak haji, jadi we mayar," katanya dengan logat sunda yang kental.

Karena itu, disaat bisnis Factory Outletnya mulai stagnan dan bahkan beberapa ada yang tutup, Perry cepat mengambil sikap. Dirinya melihat jauh kedepan, next apalagi yang akan ngetren.

"Kalau tidak begitu, kita akan tertinggal dan tergilas. Harus terus belajar dan mengamati. Lembang misalnya, terkenal dengan tahu, saya bikin tahu susu Lembang. Terus Rumah Sosis, Farm House, Sabtu-Minggu selalu macet, dan penuh pengunjung," pungkasnya.

Selain Perry, Harliantara Prayudha memberikan materi tentang digital marketing dilanjutkan Mochamad Alie selaku manajer agen pos pada proyek pengembangan sales PT Pos Indonesia mengenai bisnis agen pos. Selain itu ada juga Pajar Gustaman, pelaku bisnis agen pos terbaik nasional. Dirinya memulai usaha menjadi agen pos dengan modal awal Rp 5 juta, setelah 7 tahun omzetnya kini mencapai Rp 2,4 miliar dengan pendapatan setiap bulannya rata-rata Rp 100 juta.

Pelatihan diikuti 50 jurnalis itu dibuka oleh Direktur Utama PT Pos indonesia (Persero), Gilarsi W, Setijono dan Sasongko Tedjo seiaku Plt Ketua Umum PW! Pusat. (mifa)