728 x 90




2018, SMK di Jabar 100% Laksanakan UNBK

  • Rubrik: Pendidikan
  • 02 April 2018 | 23:17 WIB
  • 00345
img
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin R. Nuryadin, saat mendampingi Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, saat meninjau pelaksanaan UNBK SMK di SMK 12 Bandung, Senin (2/4/2018). * ist.

BANDUNG, (PJO.com) -- Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin R. Nuryadin, mengatakan jauh-jauh hari pihaknya sudah mempersiapkan segala kebutuhan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komuter (UNBK) 2018 se-Jabar. Termasuk juga mengantisipasi saat pelaksanaan ujian, baik teknisi maupun nonteknis.

Menurut Dodin, pelaksanaan Ujian Nasional SMK tahun ini, di seluruh Jabar menerapkan UN Berbasis Komputer (UNBK).

“Untuk itu, setiap SMK, baik negeri maupun swasta, kita lakukan beberapa uji coba (tray out) dengan langsung menggunakan komputer. Bahkan beberapa hari lalu, kita lakukan gladi resik, cara men-download soal dari Kemendikbud (online) untuk disimpan server sekolah, dan para siswa mengerjakan jawaban (offline). Jawaban siswa disimpan dulu di server sekolah. Setelah semuanya beras, baru dikirim Kemendikbud secara online,” jelas Dodin, saat mendampingi Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, saat meninjau pelaksanaan UNBK SMK di SMK 12 Bandung, Senin (2/4/2018).  

Dikatakan Dodin, hasil pemantauan Bidang PMK Disdik Jabar, KCD Wilayah, dan dari Pengawas pelaksanaan UNBK SMK se-Jabar, kesiapannya sudah cukup matang.

“Namun, tetap kita lakukan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi, hasilnya dinyatakan bahwa pihak KCD Wilayah, sekolah, dan siswa kelas XII yang akan ikut UNBK dinyatakan sudah siap 100%. Bahkan, insya Allah, hasil pemantapan dan TO yang dilakukan, kita optimis hasil nilai UNBK SMK tahun ini, akan jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.

Kalau dilihat dari grafik peserta sekolah SMK yang melaksanakan UNBK, tutur Dodin, ada kenaikan cukup signifikan. Pada tahun 2016, baru diikuti sekitar 40% dari total SMK se-Jabar, tahun 2017 mencapai 90%. Untuk tahun ini, seluruh SMK di Jabar melaksanakan UNBK 100%.

Dikatakan Dodin, dari 2.682 sekolah yang mengikuti UNBK secara mandiri sebanyak 2.414 sekolah dan sebanyak 268 SMK melaksanakan UNBK di sekolah lain. Seperti di SMK 12 ini, selain ujian diikuti oleh siswa SMK 12, juga ada peserta dari SMK Otista Bandung.

Lebih lanjut Dodin mengatakan, hasil UNBK bukan lagi penentu kelulusan siswa, karena kelulusan siswa itu ditentukan pihak sekolah berdasarkan dari hasil nilai raport dari semester pertama (I) sampai semester Enam (VI). Namun, nilai UN akan berpengaruh ketika akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri. Selain itu, nilai UN sebagai salah satu penilaian untuk meningkatkan akreditas sekolah.

“Kenyakinan ini berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, baik saya sendiri maupun Tim Pengawas UN saat menyaksikan para siswa mengikuti UN, mereka enjoy, menikmati, tidak tegang. Insya Allah, tingkat kelulusan SMK di Jabar raih 100% lagi,” katanya.

Adapun terkait tingkat kelulusan di Jabar, sudah dua tahun berturut-turut SMK di Jabar lulus 100%, dan bahkan tahun lalu (2017) ada beberapa lulusan terbaik dari masing-masing jurusan dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri tanpa tes.

“Kita juga bangga, ada sekitar 60% lebih lulus SMK di Jabar, walaupun belum keluar ijazah aslinya, namun, sudah diminta dan bekerja di beberapa perusahaan besar dan menengah, baik BUMN, BUMD, maupun swasta. Hal ini, karena lulusan SMK selain memiliki ijazah, memiliki sertifikat dari perusahaan tempat dia melakukan magang/PKL (praktek kerja lapangan). Selanjutnya sekitar 30% berwiraswasta, dan sisanya sekitar kurang dari 10% yang melanjutkan ke perguruan tinggi.* dar