728 x 90




Disdik Jabar Keluarkan Sprint Tim Investigasi Kebocoran USBN 2018

  • Rubrik: Peristiwa
  • 29 Maret 2018 | 07:12 WIB
  • 00473
img
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, H. Yomanius Untung, S.Pd.* ist.

BANDUNG, (PJO.com) -- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, akhirnya mengeluarkan Surat Perintah Tugas (Sprint) Tim Investigasi terkait kasus adanya indikasi kebocoran soal dan kunci Jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SLTA 2018.

Sprint Tim Investigasi bernomor 805/7163-Set.Disdik yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar ,Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si., tertanggal 27 Maret 2018. Dikeluarkannya Sprint tersebut, sebagai tindak lanjut dari hasil rapat kerja Komisi V DPRD Jabar dengan Disdik Jabar dan Kantor Cabang Dinas Wilayah Jabar, Kanwil Depag Jabar, Dewan Pendidikan, MKKS dan Guru tentang adanya kebocoran Soal dan Kunci Jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 se Jabar.

Adapun dasar dikeluarkannya Sprint tersebut, dalam rangka pencarian fakta dugaan kebocoran soal pada pelaksanaan USBN SMA/SMK tahun pelajaran 2017/2018 di Kota Bandung. Untuk itu, Tim Investigasi yang diketuai Kepala KCD Wilayah VII Disdik Jabar, Husen R. Hasan, diminta untuk melaksanakan klarifikasi dan investigasi USBN SMA/SMK Tahun Pelajaran 2017/2018 di Kota Bandung, dengan masa tugas Tim Investigasi selama 10 hari kerja terhitung mulai tanggal 27 Maret 2018.

Berdasarkan Sprint yang diterima redaksi PJO.com, pada Rabu (28/3/2018), disebutkan secara rinci tugas Tim Investigasi, yaitu: 1. Pengumpulan informasi awal tentang kebocoran soal USBN (mencari fakta); 2. Klarifikasi informasi kepada lembaga/personil terkait (Sekolah, Guru, Panitia, Kepala Sekolah, dan siswa); 3. Mengidentifikasi titik kebocoran soal USBN, dan  4. Menyusun Rekomendasi.

Personil Tim Investigasi terdiri atas: Ketua: Drs. H. Husein Rahadian Hasan, MPd.,(Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Disdik Jabar); Wakil Ketua I: Ir. H. Yesa Sarwedi Hami Seno, M.Pd. (Kabid Pembina SMA Disdik Jabar); Wakil Ketua II: Deden Saeful Hidayat, M.Pd. (Kepala Cadindik Wilayah VI Disdik Jabar), dan ditambah 7 orang anggota.

Ketujuh anggota terdiri atas: Prof Dr. Ir. Wisnu Cahyadi, M.Si, (Ketua Dewan Pendidikan Jabar); Drs. HR. M. Lukman, M.Si (Ketua MKKS SMK Kota Bandung); Suryana, S.Pd. (Ketua MKKS SMA Kota Bandung); Yayan Syalviana, SPd. (guru SMAN 26 Bandung); Asep Suryana S.Pd. (guru SMAN2 bandung); Yadi Setiadi, Spd., M.Si. (guru SMAN 5 Bandung), dan Drs. Dedy Kusnadi (guru SMA Taman Siswa Bandung).
Tunggu Hasil Tim Invetigasi
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, H. Yomanius Untung, S.Pd., mengatakan Surat Perintah Tugas Tim Investigasi dari Dinas Pendidikan Jabar adalah sebagai payung hukum tim dalam menjalankan tugasnya untuk melakukan investigasi dan klarifikasi atas temuan adanya kebocoran soal dan kunci jawaban USBN 2018 di Jabar.

“Kita harap dengan waktu yang terbatas, yaitu hanya 10 hari kerja terhitung 27 Maret 2018, tim dapat bekerja maksimal dan optimal. Data dan fakta pendukung adanya kebocoran sudah disampaikan dan dipaparkan oleh Forum Aksi Guru Independen (FAGI) sewaktu rapat kerja dengan Komisi V DPRD Jabar, pada Senin, (26/3/2018).

Untung juga mengatakan, berdasarkan hasil rapat diusulkan masa kerja Tim Investigasi selama 7 hari kerja. Namun, kelihatannya pihak Disdik Jabar kurang siap, sehingga waktunya diperpanjang jadi 10 hari kerja.

Sedangkan terkait personil tim investigasi, menurut Untung, semakin banyak semakin baik. Sedangkan, terkait kenapa FAGI tidak dilibatkan dalam tim investigasi, itu juga tidak apa-apa, nanti FAGI bisa menjadi narasumber.

Untuk berharap, Tim Investigasi mampu bekerja maksimal dan optimal untuk membongkar kebenaran bocornya soal dan kunci jawaban USBN.

“Jadi kita di DPRD Jabar, tinggal menunggu saja apa isi rekomendasi dari hasil Tim Investigasi” pungkasnya.* dar