728 x 90




Wagoen: Pasangan Hebring Lebih Siap Pimpin Kota Bandung

  • Rubrik: Peristiwa
  • 27 Maret 2018 | 14:32 WIB
  • 00537
img
Debat publik paslon Wali Kota Bandung periode 2018-2023 yang diselenggarakan KPU Kota Bandung, pada Minggu (25/3) di Bandung.* ist.

CIMAHI, (PJO.com) -- Pasangan Yossi Irianto-Aries Supriatna yang mengusung jargon Hebring dalam pemilihan Wali Kota Bandung periode 2018-2023 dinilai analis politik dan kebijakan publik Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani), Wawan Gunawan, lebih siap dalam memimpin Kota Bandung ke depan.

Hal itu terungkap dari hasil evaluasinya terhadap penampilan para paslon dalam debat publik yang diselenggarakan KPU Kota Bandung, pada Minggu (25/3) di Bandung.

Ditemui di Kampus Unjani Cimahi, pada Selasa (27/3), Wagoen menekankan persoalan pembangunan ekonomi yang selama ini masih belum merata di Kota Bandung.

"Perkembangan Kota Bandung yang pesat harus mampu diikuti dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat, sehingga perlu pendekatan yang lebih realistis untuk mengatasi persoalan kesenjangan ekonomi yang saat ini rasionya 0,4, dengan 400 ribu warga Kota Bandung kategori miskin dan di bawah garis kemiskinan," tutur Wagoen.

Solusi yang ditawarkan para paslon pada debat publik kemarin, menurut Wagoen, belum menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengatasi kesenjangan ekonomi. Dari ketiga paslon, hanya paslon nomor urut 2 yang memberikan komitmennya untuk membangun perekonomian masyarakat.

"Hal ini terlihat dari komitmennya yang akan menganggarkan 60% APBD untuk pembangunan ekonomi masyarakat. Dengan anggaran sebesar itu, pendekatannya bisa lebih komprehensif dari hulu ke hilir." paparnya.

Selama ini, menurut Wagoen, pola pemberdayaan ekonomi masyarakat selalu berjalan parsial akibat keterbatasan anggaran, sehingga persoalan pemberdayaan ekonomi tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan.

"Dengan porsi anggaran 60% dari APBD untuk pemberdayaan ekonomi, kebijakan tersebut dapat dilaksanakan dari hulu ke hilir dan menyentuh semua golongan, dan tidak hanya kelompok muda." terangnya.

Mengevaluasi paslon lainnya, Wagoen berpendapat pasangan calon nomor 1 dan nomor 3 kurang memperlihatkan komitmennya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Kebijakan anggarannya tidak jelas, bahkan kurang memperlihatkan keberpihakan kepada masyarakat luas.

"Paslon 3 hanya fokus pada kalangan tertentu, paslon 1 ngawang-ngawang," imbuhnya.* hy