728 x 90




Dugaan Kebocoran USBN, Disdik Jabar Bentuk Tim Investigasi

  • Rubrik: Pendidikan
  • 27 Maret 2018 | 14:21 WIB
  • 00501
img

BANDUNG, (PJO.com) --  Maraknya pembicaraan dan pemberitaan di media sosial (medsos) dan media massa adanya kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional  (USBN) 2018 tingkat SLTA, Komisi V DPRD Jabar merekomendasikan kepada pihak Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Jabar agar segera membentuk Tim Investigasi

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Syamsul Bachri, mengatakan pembentukan Tim Investigasi penting dalam mendalami adanya indikasi kebocoran USBN tingkat SLTA (SMA-SMK dan MAN).

"Tim investigasi ini dibentuk oleh Disdik Jabar dengan melibatkan Dewan Pendidikan, Penggiat Pendidikan/FAGI," katanya, kemarin.

Menurut dia, masa kerja Tim Investigasi ini selama 1 minggu, dibekali surat tugas yang dikeluarkan oleh Disdik Jabar. Setelah tim terbentuk, dilanjutkan dengan membuat langkah-langkah yang harus dilakukan. Apa saja yang harus diinvestigasi, bila nanti ditemukan pelanggaran administrasi,  silakan rekomendasikan. Apakah regulasinya harus diubah atau bagaimana.

Lanjutnya,  bila ditemukan adanya unsur kesengajaan serta ada unsur kriminal, silakan Tim Investigasi untuk merekomendasikan ke aparat penegak hukum, yaitu ke Kepolisian dan Kejaksaan.

"Biar ke depan tidak ada lagi kebocoran dan jadi epek jera,” tegasnya.

Apa pun hasil kajian dan rekomendasi Tim Investigasi, (Komisi V, Red.) kita  tunggu saja nanti.
Sementara itu, Wakil Komisi V, Yomanius Untung, menambahakan kasus terjadinya kebocoran soal dan kunci jawaban tentunya sangat memprihatinkan bagi dewan.

“Persoalan kebocoran ini jangan dianggap kecil atau sepeleh karena menyangkut dunia pendidikan di Jabar dan nasib peserta didik. Apalagi, hasil investigasi FAGI Jabar sudah ditemukan beberapa WhatsApp Group dan di-follow-up di media massa,” ujarnya.

Menurut Yomanius, sebenarnya para peserta didik sudah siap untuk menghadapi USBN, namun  adanya kebocoran soal dan kunci jawaban USBN ini tentunya berpengaruh terhadap peserta didik.

Saat ditanya di mana dan siapa yang sengaja membocorkan soal dan kunci jawaban USBN, menurutnya, soal itu nantilah tunggu hasil Tim Investigasi. Bisa saja dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, baik pihak Disdik, sekolah, namun bisa juga dilakukan oleh pihak bimbingan belajar, guna kepentingan menaikkan rating.

Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, mengatakan sesuai hasil rapat dengan Komisi V disepakti dibentuk Tim Investigasi. Tim Investigasi diketuai Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII, yang anggotanya terdiri atas unsur Dewan Pendidikan, MKKS, MK3S, MGMFisika/Sejarah, dengan massa kerja selama seminggu.

“Besok kita keluarkan surat tugas Tim Investigasinya. Tingkat kebocoran ini banyak terjadi di Kota Bandung, maka tim akan bekerja fokus di Kota Bandung. Nanti hasil investigasi direkomendasi ke Disdik Jabar dan Komisi V DPRD Jabar. Namun, bila ditemukan ada tindak pidana, tentunya kita, mendorong untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum, baik itu kepolisian maupun kejaksaan," kata Hadadi.

Ketika ditanya adanya dugaan keterlibatan pihak bimbingan belajar (bimbel), menurutnya itu baru dugaan.

"Soal benar-tidaknya, kita tunggu saja hasil kerja tim investigasi. Intinya, Disdik Jabar sangat mendorong Tim Investigasi untuk dapat bekerja maksimal dan optimal agar hasilnya juga maksimal," tuturnya.

Kapala KCD Wilayah VII, Husein, menjelaskan alur pendistribusian soal dan kunci jawaban USBN, dari Disdik Jabar dikirim ke KCD wilayah I s/d 13 dalam bentuk softcopy (flasdisk); selanjutnya diberikan ke MKKS dan diteruskan ke K3S masih dalam bentuk softcopy (flasdisk).

“Namun, saat diberikan ke kepala sekolah sudah dalam bentuk CD, bukan lagi flasdisk dan pihak sekolahlah yang menggandakan/mencetaknya,” jelas Husein.

Sedangkan Ketua FAGI, Iwan Hermawan, mengatakan informasi kebocoran soal dan kunci jawaban USBN SLTA 2018 di Jabar, didapat dari media sosial.

“Informasi yang masuk ke FAGI, kita tindaklanjuti dengan mencari keberanannya dengan melakukan investigasi, dan kita kirim agen-agen,” jelasnya. * dar