728 x 90




Diduga USBN Bocor, DPRD Panggil Disdik Jabar

  • Rubrik: Pendidikan
  • 26 Maret 2018 | 11:00 WIB
  • 00334
img
Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi.* dar

BANDUNG, (PJO.com) -- Maraknya pemberitaan di media sosial (medsos) terkait adanya kebocoran soal dan jawaban Ujian Sekolah Berstandard Nasional (USBN) tingkat SMA dan SMK, membuat  DPRD Jawa Barat kaget. Bahkan laporan adanya indikasi kebocoran soal dan jawaban tersebut sudah masuk ke DPRD Jabar.
Untuk itu, pada hari  Senin ( 26/3/2018), Komisi V DPRD akan memanggil pihak Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Jabar.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, dr. Ikhwan Fauzi M.Kes., membenarkan Komisi V telah menerima laporan dari berbagai elemen masyarakat dan penggiat pendidikan, bahwa pelaksanaan USBN SMA-SMK di Jabar yang berlangsung pada 19-28 Maret, terindikasi telah terjadi kebocoran.

Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kebenaran kebocoran ini, maka Komisi V, pada Senin (26/3/2018) akan menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Cabang Disdik Wilayah Jabar, dan Dewan Pendidikan. 

"Terjadwal pertemuan tersebut bertempat di ruang Komisi V DPRD Jabar," kata Ikhwan Fauzi saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu. (24/3/18).

Sementara itu, anggota Dewan Pendidikan Jabar, Bambang Haryono, saat dikonfirmasi terkait undangan raker dengan Komisi V DPRD masalah kebocoran soal dan jawaban USBN SMA/SMK tahun 2018, dia membenarkan. Dikatakannya, Dewan Pendidikan Jabar telah menerima undangan dari DPRD Jabar.

“Ya, Dewan Pendidikan Jabar telah menerima undangan rapat kerja dengan Komisi V DPRD, dengan adanya indikasi kebocoran soal dan jawaban USBN 2018 di Jabar,” ujar Bambang.

Dalam surat undangan No. 162.4/934-Setwan.PRSD/2018 yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, disebutkan bahwa raker akan dilaksanakan di ruang Komisi V pada hari Senin (25/3/2018), pukul 09.00 s/d 10.30 WIB.

Bahkan dalam undangan disebutkan pihak-pihak yang diundang antara lain, Disdik Jabar; Kantor Cabang Disdik Wilayah Jabar; Kantor wilayah Depag Jabar; Dewan Pendidikan Jabar; Forum Aksi Guru Independen (FAGI); Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP) Fisika dan Sejarah; Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Untuk diketahui, Kepala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi, kepada wartawan mengakui dirinya sudah mendapatkan beberapa laporan terkait adanya indikasi kebocoran soal dan jawaban USBN SMA/SMK 2018 tersebut.

“Dugaan kebocoran soal dan kunci jawaban UASBN jadi pembicaraan di media sosial. Bahkan beberapa pengaduan masuk ke media sosial resmi Disdik Jabar,” katanya, Rabu (21/3/18).

Laporan yang diterima, langsung ditindak lanjuti dengan cara langsung berkunjung ke sekolah sekaligus memantau pelaksanaan USBN. Salah satu sekolah yang didatangi, yaitu SMA Negeri 15 Bandung.

“Kami akan menelusuri di mana yang bocor. Kita akan mengonfirmasi kepada kepala sekolah dan siapa yang bertanggung jawab dalam pendistribusian soal tersebut,” ujar Hadadi.

Berdasarkan hasil sidak di SMA Negeri 15 Bandung tidak ditemukan adanya kebocoran soal dan jawaban. USBN di SMA Negeri 15 Bandung dinilai berjalan baik. Kendati demikian, ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika isu kebocoran soal ini benar terjadi.

“Kami akan menindak berupa upaya penegakan disiplin. Terutama kepala sekolah yang bertangggungjawab. Peringatan ini, akan memberikan penjeraan sehingga tidak melakukan hal yang sama,” tegasnya.* dar