728 x 90




Aher Minta Semua BUMD Patuhi PP BUMD

img
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dalam forum BUMD Sosialisasi dan Business Matching/Partnership BUMD se-Jabar yang digelar di Hotel Grand Preanger Kota Bandung, Kamis (15/3/2018).* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com) -- Dalam forum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dihadiri oleh para direktur BUMD Pemprov Jabar dan kabupaten kota, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta kepada semua BUMD untuk mematuhi Peraturan Pemerintah No. 54 tahun 2017 tentang BUMD. Salah satunya, yaitu BUMD harus berbadan hukum atau Perseroan Terbatas.

"PP No. 54 itu lebih kepada seluruh BUMD di provinsi dan kabupaten kota yang belum berbadan hukum sebaiknya segera di badan hukum kan menjadi PT ya," pintanya dalam forum BUMD Sosialisasi dan Business Matching/Partnership BUMD se-Jabar yang digelar di Hotel Grand Preanger Kota Bandung, Kamis (15/3/2018).

Aher mencontohkan, BUMD milik Pemprov Jabar, yaitu PD Jawi, kini telah berubah nama dan statusnya menjadi PT. Jaswita (Jasa Pariwisata).

"Alhamdulillah terakhir PD Jawi, sekarang sudah berubah jadi PT. Jaswita. Ini tentu bagian dari penyesuaian BUMD dengan PP tersebut," ujarnya.

Pada saat yang sama, BUMD juga harus lebih berkontribusi bagi kebutuhan masyarakat luas. Seperti di bidang pertanian ada PT. Agrojabar, bidang penjaminan usaha kecil masyarakat ada PT. Jamkrida, dan tentunya PDAM di 27 kabupaten kota.

"BUMD itu harus mengerjakan hal-hal penting bagi masyarakat yang boleh jadi belum menarik sektor swasta itu juga penting agar kebutuhan orang banyak terpenuhi," katanya.

BUMD yang dinilainya memiliki kontribusi besar dalam segi pendapatan adalah Bank BJB. Bank Pembangunan Daerah tersebut kini menjelma menjadi bank terbesar di Indonesia yang semakin maju dan profesional. Dalam persaingannya, Bank BJB kini bahkan ada di peringkat ke 12 terbaik seluruh bank di Indonesia yang sebelumnya ada di urutan 16. Setiap tahunnya setoran Bank BJB ke Pemprov Jabar mencapai Rp350 milar.

"Kontribusi dari BUMD saat ini tentu sangat baik ya seperti Bank BJB itu bank daerah terbesar di Indonesia keuntungannya sudah cukup memadai dan tampil sebagai bank yang profesional, maju dan bersaing, asalnya dulu masuk 16 besar sekarang ada di 12 besar dalam ukuran bisnisnya. Setoran ke pemprov nya juga sudah Rp350 miliaran tiap tahun, labaya itu sudah baik," ungkap Aher.

Untuk itu Aher meminta dalam forum BUMD tersebut dijadikan ajang sharing atau berbagi pengalaman agar semua BUMD di Jabar sehat sekaligus menguntungkan dan berkontribusi bagi pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

"Yang penting bisnis apa pun yang dikelola BUMD saya minta forum ini untuk sharing pengalaman agar BUMD kita sehat semuanya. Tidak mungkin kita cari keuntungan dari BUMD yang tidak sehat, jadi sebelum cari keuntungan kita sehatkan dulu," ucapnya.

BUMD yang belum lama berdiri yang penyertaan modalnya paling besar tahun ini dimiliki oleh PT. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Untuk kebutuhan pembangunan fisik dan pengembangan bandara saja penyertaan modal dari Pemprov Jabar saja di atas Rp1 triliun.

"Karena perlu untuk pembangunan fisik di sisi darat dan pengembangan lainnya, memang BUMD yang paling cepat besar  adalah BIJB, kisaran penyertaan modal dari Pemprov di atas Rp1 triliun," kata Aher.* dar