728 x 90




DPRD Jabar Dorong Percepatan Pembangunan Escape Road Tanjakan Emen

  • Rubrik: Peristiwa
  • 16 Maret 2018 | 20:48 WIB
  • 00714
img
Daddy Rohanady dan M. Guntoro.* ist.

BANDUNG, (PJO.com) – Sudah banyak  nyawa melayang akibat kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di Tanjakan Emen, Ciater, Subang. Bahkan pada 2018 saja sudah dua kali kecelakaan lalin dengan merenggut 27 jiwa. Hal ini menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Untuk itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Jabar secepatnya membangun escape road.

Menurut Daddy Rohanady, dalam rapat kerja Komisi IV dangan Dinas BMPR Jabar beberapa waktu lalu, pihaknya mendorong Pemprov Jabar melalui Dinas BMPR untuk secepatnya membangun escape road (jalur penyelamat). Bla kendaraan yang melintas Tanjakan Emen mengalami rem blong atau ada kendala di kendaraannya, dapat langsung masung ke area escape road.

Dalam rapat tersebut, pihak Dinas BMPR menyampaikan akan membangun sebanyak tiga escape road di wilayah Tanjakan Emen. Atas usulan tersebut, DPRD Jabar dalam hal ini Komisi IV sangat mendukung.

“Hal ini penting demi keselamatan para pengendara saat melintasi Tanjakan Emen yang rawan kecelakaan tersebut. Selain itu, kita mendukung rencana Dinas BMPR untuk membangun jalan baru, yaitu Lingkar Ciater,” kata Daddy.

Daddy mengatakan APBD murni Jabar 2018 sudah ketuk palu, tidak mungkin lagi diubah, Namun, kalau menunggu anggaran perubahan waktunya masih lama, jadi satu-satunya jalan demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan harus mengajukan permohonan perubahan atau pergeseran mata anggaran pemeliharaan jalan menjadi pembangunan escape road.

“Kita juga minta pihak Dinas BMPR untuk merumuskan dan merencanakan pembangunan jangka pendek dan panjang terkait penanganan Tanjakan Emen menjadi Tanjakan Aman,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas BMPR Jabar, M. Gontoro, mengatakan pihaknya kini sedang mempersiapkan dimulainya pembangunan escape road yang panjangnya sekitar 300-350 meter dengan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp3,8 miliar untuk satu unit.

Adapun anggaran yang dipergunakan, yaitu diambil dari anggaran pemeliharaan jalan yang ada. “Namun, tentunya sebelum kita menggunakan anggaran tersebut, sebagaimana aturan, dibolehkan dengan terlebih dahulu meminta persetujuan DPRD Jabar. Alhamdulillah dalam raker kerja dengan Komisi IV DPRD Jabar beberapa waktu lalu, Komisi IV siap mendukung dan menyetujui pergeseran anggaran. Namun, yang akan kita bangun sekarang ini  baru satu escape road dulu, karena kalau tiga sekaligus, anggarannya tidak memungkinkan,” papar Guntoro.

Dikatakan Guntoro, pihaknya sudah menentukan titik pembangunan escape road, yaitu di titik KM 179 + 600 arah Jakarta, karena di sekitar titik tersebut paling rawan kecelakaan lalin selama ini.

Pembangunan escape road, kata Guntoro, menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di kawasan tersebut. Pemprov Jabar juga sudah menyiapkan solusi jangka panjang, yaitu pada 2019 akan membangun Jalan Lingkar Ciater sepanjang 7 kilometer.

“Dengan dibangunnya escape road dan akan dibangunnya Jalan Lingkar Ciater, kita harapkan masyarakat yang berkendaraan akan nyaman, aman, dan selamat sampai tujuan,” tuturnya.* dar