728 x 90




Mang Oded: Agama Harus Dinomorsatukan

  • Rubrik: Peristiwa
  • 15 Maret 2018 | 14:39 WIB
  • 01141
img
Ketua RW 10, Kompleks Perumahan Riung Bandung, didampingi tokoh masyarakat, menyambut kedatangan Mang Oded.* dar

BANDUNG, (PJO.com) -- Calon Walikota (Cawalkot) Kota Bandung nomor urut 3, Oded M. Danial (Mang Oded), datang bersilaturahmi ke warga masyarakat RW 10, Kompleks Perumahan Riung Bandung. Dalam dialognya, pasangan calon walikota periode 2018 -2023, Oded-Yana,  selain menyampaikan visi misinya, dia mengajak warga masyarakat RW 10 untuk meningkatkan kualitas SDM dan membangun Kota Bandung agar lebih berkualitas.

"Dengan empat strategis; unggul, nyaman, sejahtera, agamis, insya Allah masyarakat Bandung lebih terdepan. Terutama dalam pengembangan SDM," ujar Oded saat berdialog dengan  warga di Gedung Serba Guna RW 10, Kompleks, Perumahan Riung Bandung kemarin.
Menurut Mang Oded, dirinnya selalu mempunyai mimpi ke depan agar memliki warga yang berkualitas unggul dan mampu bersaing.

Nyaman, menurut Oded, harapannya adalah agar Bandung punya ruang insfrastruktur dengan sebuah hunian yang nyaman. Sedangkan sejahtera merupakan hadirnya pemerintah memiliki multifungsi untuk memberikan keadilan. Bila tanpa dasar, kalau membangun negara tidak mengedepankan agama, siap-siap saja negara tersebut akan mengalami kehancuran.

Mang Oded mencontohkan Swedia, yang merupakan salah satu negara tidak punya agama. Namun pembangunan insfrastrukturnya luar biasa. Perkembangan ekonomi dan  pembangunan fisik lainnya luar biasa. Anak bayi baru lahir pun katanya sudah dijamin oleh pemerintah 

Namun, lanjut Mang Oded, karena Swedia tidak punya agama yang dianut, angka bunuh diri di negara itu terbesar, setelah Jepang.

“Di sana (Swedia, Red.,-) masyarakatnya banyak mengalami gangguam stres dan depresi, sehingga angka kematiannya  sangat tinggi,” jelas Mang Oded.
Mang Oded merinci, angka depresi  yang dialami oleh masyarakat Kota Bandung hanya 16 persen. Sedangkan Singapora 47 persen.

"Oleh karena itu, agama harus dimonorsatukan," tegasnya
Di hadapan Calon Walikota Bandung, Ketua RW 10, Deni Slamet Riadi, memaparkan beberapa program di lingkungam RW 10.

Menurut Deni, Program Inovatif Pengembangan Pembangunan Kecamatan (PI PPK) di lingkungam ke-RW-an itu sangat membantu kalau program tersebut dikelola secara baik. Oleh karena itu, RW 10, ke depan fokus untuk mengelola anggaran PI PPK ini untuk kepentingan  masyarakat.

"Selain itu, banyak program penting lainnya di RW 10 yang sangat menyita perhatian masyarakat, seperti PAUD, TPA, Taman RW, dan kelanjutan Pengembangan Pembamgunan Masjid Alkausar," kata RW yang ustad ini.* dar