728 x 90




Jelang Popda Dispora Jabar Gelar Rakoorda

  • Rubrik: Olahraga
  • 13 Maret 2018 | 17:12 WIB
  • 00781
img
Para peserta mengikuti Rakoorda Menjelang persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang digelar Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat. PJO.Com-ist

Bandung, (PJO.Com)
Menjelang persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat, menggelar Rapat Koordinasi Daerah. Kegiatan tersebut diikuti para peserta dari unsur Dispora Kota/Kabupaten di Jabar ini dilaksanakan di Hotel BMI Soekarno Hatta Bandung baru-baru ini.

Dalam pembahasan rakorda, para peserta menyampaikan masukan-masukan terutama gambaran mengenai tempat pertandingan dan pedoman umum lainnya yang telah disepakati dalam Technikal Hand Book.

Menurut Nandang Rukanda Kepala Seksi Bidang Olahraga Prestasi Disorda Jabar, ada 9 cabang olahraga (cabor) akan ditempatkan di Sport Arcamanik, 6 cabor di Bandung Raya meliputi Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

"Intinya Popda Jabar  ke XII Taahun 2018 ini akan mempertandingkan 21 cabor. Pelaksanaan  akan dipusatka di Kota Bandung," jelas Nandang.

Dikatakan, ada beberapa bahasan terkait dengan persyaratan Popda. Berdasarkan acuan untuk pengganti ijasa SD atau SMP yang belum keluar secara resmi hatus didukung oleh surat keterangan lulus dari sekolah sebekumnya. Sedangkan tahapan pendaftaran telah disepakati sesuai dengan buku pedoman.

"Adapun dalam kesepakatan tersebut disepakati juga, bahwasanya apabila peserta dari Kabupaten/Kota memanipulasi data atlet, maka akan dikenakan sangsi. Seperti halnya sangsi dimaksud adalah tidak diperkenankannya diikut sertakan pada cabang dimaksud," ujar Nandang.

Cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang olahraga pelajar ini, ujar Nandang, ada 21 cabor, yakni bola Basket, Sepak Bola, Tenis Lapang, Tenis Meja, Bukutangkis, Sepak Takraw, dan Pencak Silat. Angkat Besi, Ateletik Bola Voli Indoor Voli Pasir Dayung,Renang, Senam Gulat Judo Karate Penahan Tarung Drajat dan Taekondo.

"Dari pengalaman di PON XIX, ada perubahan-perubahan yang terjadi saat pertandingan sudah berlangsung. Hal ini untuk memastikan dan menyamakan persepsi terkait apa yang sudah diatur dalam technical handbook masing-masing cabang olahraga. Jadi jangan sampai terjadi perubahan saat pertandingan," tegasnya.

Nandang mengakui, pelaksanaan Popda sendiri tidak serumit dengan persiapan pelaksanaan PON. Dari sisi venue, pun menurut dia, mereka sudah sangat siap. Begitu pun dengan sarana prasarana lainnya sudah cukup baik. (mifa)