728 x 90




Gubernur Lantik Kasubbag TU SMA/SMK

  • Rubrik: Pendidikan
  • 15 Januari 2018 | 18:56 WIB
  • 00587
img
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Sekda Jabar, Iwa Karniwa, bersama sejumlah Kasubbag Tata Usaha (TU) SMA/SMK, yang dilantik di Gedung Negara Pakuan Bandung, Senin (15/1).* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), melantik sejumlah Kasubbag Tata Usaha (TU) SMA/SMK, di Gedung Negara Pakuan Bandung, Senin (15/1).

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 82.2/kep.48-bkd/2018 tentang pengangkatan dan pemindahan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural jabatan administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Pelantikan kali ini adalah pelantikan yang melengkapi pelantikan sebelumnya. Seluruh SMA/SMK di Jawa Barat kini sudah memiliki pejabat-pejabat kasubbag tata usaha," ungkap Gubernur Aher.

Aher menuturkan, sejak 2017 atau sejak alih kelola SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, diangkatlah kasubbag TU/pejabat fungsional Eselon IV di SMA/SMK untuk bertanggung jawab dalam mengurus administrasi sekolah.

"Ini sebuah kehormatan dan penghargaan. Oleh karena itu, yang ada di hadapan kita adalah kerja keras, bagaimana menata kelola administrasi sekolah, khususnya keuangan supaya teratur, rapih, sesuai dengan ilmu akuntansi, dan pendayagunaannya bisa dipertanggungjawabkan, dan transparan," kata Aher.

Aher mengimbau para Kasubbag TU supaya memegang teguh tata kelola sesuai peraturan yang ada. Dirinya pun menekankan agar para pejabat fungsional tersebut tidak terpengaruh intervensi yang menyimpang dari pihak mana pun.

"Kalau ada orang yang menekan, tolak! Karena ke depan, ketika ada pemeriksaan, penelaahan terkait dengan baik-buruknya pelayanan administrasi, tentu kasubbag tata usaha sekolah yang jadi penanggung jawab utama, selain kepala sekolah yang memiliki tugas sebagai pemimpin sekolah," katanya.

Pada konteks pembangunan sumber daya manusia (SDM), aparatur sipil negara yang proporsional pada umumnya, harus bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu melaksanakan pelayanan publik bagi masyarakat.

Aparatur juga harus mampu menjaga peran sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang merupakan ujung tombak dan kunci keberhasilan dalam pencapaian prestasi bagi daerah Provinsi Jabar.

Secara khusus Aher juga menyebut, dihadirkannya Kasubbag TU di SMA/SMK di Jabar, bukan untuk biririsan, atau menyebabkan tumpang tindih wewenang dengan pimpinan sekolah yang lain, melainkan untuk bersinergi satu sama lain.

"Sekolah yang baik hadir dengan aktivitas belajar mengajar secara prima, pada saat yang sama hadir pula pengelolaan administrasi yang baik," katanya.

Kata Aher, pelayanan publik yang baik adalah sebuah keniscayaan, agar kepuasan terhadap layanan semakin meningkat. Untuk itu, perlu penyegaran kualitas SDM terus-menerus.

Para Kasubbag TU SMA/SMK yang dilantik, yaitu:

- Hendra Sumantara, Kasubbag TU SMK Negeri 13 Kota Bekasi

- Samsudin, Kasubag TU SMK Negeri 3 Sukabumi

- Entin Kartini, Kasubbag TU SMK Negeri 1 Cipaku

- Yudi Supriadi, Kasubbag TU SMK 3 Kuningan

- Cecep, Kasubbag TU SMA 1 Cipongkor

- Deni Hendra, Kasubbag TU SMA 1 Saguling

- Abdul Azis, Kasubbag TU SMA 1 Ciseeng

- Uum Nurhayati, Kasubbag TU SMA 1 Kawali

- Agus Dedi Mulyadi, Kasubbag TU SMA 28 Garut

- Faturohman, Kasubbag TU SMA 1 Sliyeg

- Jojo, Kasubbag TU SMA 1 Cikijing

- Maman Suparman, Kasubbag TU SMA 1 Cigalontang

- Sri Marlina Nurdiani, Kasubbag SMA TU SMA 8 Bogor

Di akhir kegiatan, Gubernur juga melakukan Penyerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi PNS Berprestasi di ajang ASEAN Civil Service Games (ACSG) pada tahun 2015.* dar