728 x 90




1.500 Ton Sampah di Kota Bandung akan Dikelola Menjadi Barang Berguna

  • Rubrik: TNI-POLRI
  • 14 Januari 2018 | 17:39 WIB
  • 00308
img
Dandim 0618/BS, Kol. Inf. Arifin Dahlan, di sela-sela Sosialisasi Pengolahan Limbah Sampah di Makodim 0618/BS Bandung, kemarin.* ist.

BANDUNG, (PJO.com) -- Permasalahan sampah di Kota Bandung terus menjadi perhatian TNI dan Pemerintah Kota Bandung. Jumlah limbah dan sampah di Kota Bandung, setiap harinya mencapai 1.500 ton perhari. Untuk itu, TNI-AD yang dimotori Kodim 0618/BS beserta seluruh komponen masyarakat, berupaya mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri.

"Sebagai langkah awal, beberapa institusi, seperti camat, lurah, kepolisian, para ibu rumah tangga kita kumpulkan hari ini, untuk duduk bersama tentang  di pengolahan sampah. Pada akhirnya kegiatan ini  memberikan dampak kepada revitalisasi Sungai Citarum," jelas Dandim 0618/BS, Kol. Inf. Arfin Dahlan, di sela-sela Sosialisasi Pengolahan Limbah Sampah di Makodim 0618/BS Bandung, kemarin.

Menurutnya, ini satu langkah kecil untuk memberi­kan pemahaman kepada masyarakat, sehingga mempunyai keuntung­an terhadap sampah. 
"Masalah pengawasan, akan kita lakukan bersama. Saat ini saya menging­inkan edukasi kepada masyarakat. Ini penting, apa pun infra­struktur yang dibang­un tanpa edukasi, ti­dak akan ada keuntun­gan," tambahnya

Saat ini pihaknya telah membentuk  Tim Surveyor terkait Citarum. Ada 27 tim su­rvey, terkait Ci­tarum di Kota Bandun­g. Jumlahnya 911; ada TNI, kepolisian, kecamatan, kelurahan, yang akan mendata se­luruh kondisi di sep­antaran sungai Citar­um yang ada di Kota Bandung," pungkasnya

"Pengawasan tidak mu­ngkin dilakukan satu satu. Di s­inilah pentingnya peran me­dia, karena satu gam­bar seribu cerita, satu kata seribu makn­a," pungkasnya.

Senada dengan itu, Sekre­taris Dinas Lingkung­an Hidup Kota Bandung, Dedy Dharmawan, mengungkapkan pihaknya hanya terlibat di seputaran hilir, ketika sampah sampai ke Cit­arum, akan diapakan sa­mpahnya.

"Kami coba mengelola semua sampah, yang kita olah itu sampah organik, yang bau. Sampah ini untuk membuat pupuk organik. Tidak pakai kimia, sudah lebih bagus, sangat minim untuk biaya. Ki­ta adakan pemilihan sampah, sampah berhe­nti di sumber, yaitu rumah tangga. Henti­kan di rumah, di RW. Sampah ini mudah-mudahan tidak sampai ke TPA atau TPS. Pilah dulu, baru kemudian diolah.

Produksi sampah Kota Bandung berkisar 1.500 ton per hari, 63 persen org­anik. Sampah didapat mulai dari pasar, hotel, dan sebagainya.

"Tim kita ini sudah memulai kegiatannya sejak 2017. Sudah bisa dikompromikan, per RW sudah ada 50 kg. Bar­aya sabar (sampah ba­rokah),” pungkasnya.

Sampah-sampah setelah dikelola menjadi barang, seperti keset, tempat tissue, termasuk kompos atau pupuk yang berkualitas daya saing.* mifa