728 x 90




Pemprov Jabar Terus Berupaya Selesaikan Persoalan Lingkungan Hidup

  • Rubrik: Peristiwa
  • 17 Juli 2017 | 21:28 WIB
  • 00295
img
Dalam acara Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-Dunia, Pemprov Jabar memberi penghargaan di Halaman Parkir Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (17/7).* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar acara Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-Dunia Tingkat Provinsi Jawa Barat di Halaman Parkir Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (17/7). Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Jabar untuk melestarikan serta menyelesaikan persoalan lingkungan hidup, sehingga meningkatkan mutu lingkungan Bumi Parahyangan.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), mengungkapkan berbagai upaya tersebut telah membuahkan hasil. Seperti total area kawasan hutan lindung di Jabar terus meningkat. Kawasan lindung di wilayah Jabar telah mencapai 37% atau meningkat 10%. Aher berkomitmen untuk terus meningkatkan kawasan lindung ini hingga mencapai angka 45% dari total seluruh wilayah Jabar.

“Kawasan lindung yang dulunya hanya 27 persen, sekarang sudah naik menjadi 37,2 persen tahun 2015. 2016 mudah-mudahan sudah di angka 39 persen dan 2017 sudah di angka 40 persen,” kata Aher.

“Tentu mencanangkan 45 persen berangkat dari 27 bukan perkara kecil untuk wilayah seluas Jabar dengan masyarakat yang paling banyak. Mungkin kalau masyarakatnya kecil relatif mudah,” lanjutnya.

Faktor jumlah masyarakat memang sangat menentukan ketersediaan kawasan lindung dalam sebuah wilayah. Aher mengatakan masyarakat menentukan kebiasaan atau budaya dalam sebuah kawasan. Kecintaan dan tingkat kesadaran masyarakat ini akan sangat menentukan kelestarian alamnya.

“Faktor utama yang harus diubah adalah budaya masyarakat itu sendiri. Bagaimana budaya masyarakat mampu menghadirkan, mampu diubah oleh kita supaya masyarakat mulai menghormati lingkungan  sebaik-baiknya,” papar Aher.

Selain itu, penurunan gas emisi rumah kaca (GRK) Jabar ada pada persentase cukup besar. Pada 2016, GRK Jabar ada di angka 11,45 persen. Hal ini diharapkan akan terus meningkat hingga 26% pada 2030.

“Status mutu sungai utama dan waduk besar dengan tingkat cemar sedang naik dari sebelumnya menjadi 56,12 persen. Penyumbang persentase buruknya kebanyakan Sungai Citarum,” tambah Aher.

Untuk itu, Aher mengaku pihaknya terus menggenjot agar raport lingkungan hidup Jabar terus membaik kualitasnya. Terutama dari sisi pengelolaan manajemen Sungai Citarum. Program Citarum Bestari menjadi fokus atau unggulan pengelolaan lingkungan hidup Pemprov Jabar. Program Citarum Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari (Bestari) ini digulirkan sejak 2014 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan bahkan masyarakat atau disebut ecovillage(kader masyarakat berbudaya lingkungan).

Penghargaan

Pada HLH Tingkat Provinsi Jabar 2017 ini, Gubernur Aher memberikan penghargaan Raksa Prasada kategori Individu/Kelompok Masyarakat, Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL), Penyusun Terbaik Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) 2016, dan Penyusun Terbaik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD 2016. Gubernur juga memberikan hibah berupa Alat Pendukung Bank Sampah dan Alat Mesin Pencacah Organik.

Kategori Individu/Kelompok Masyarakat: 1.    Supriyatna (Kabupaten Bandung) – Perintis Lingkungan, 2.    Dedi Supriadi (Kabupaten Ciamis) – Perintis Lingkungan, 3.    Akhman Kurniawan (Kabupaten Sukabumi) – Pengabdi Lingkungan.

Kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL): 1.    SDN Paduka Mandiri 4 Kota Cimahi, 2.    MIN 1 Kota Banjar, 3.    SMPN 3 Cileunyi Kabupaten Bandung, 4.    SMAN 2 Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, 5.    MAN 2 Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, 6.    SMKN 3 Bandung, Kota Bandung.

Penyusun Terbaik Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah 2016: 1.    Pemda Kota Cirebon, 2.    Pemda Kota Depok, 3.    Pemda Kota Sukabum,.

Penyusun Terbaik Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD 2016: 1.    Pemda Kabupaten Indramayu, 2.    Pemda Kabupaten Pangandaran.

Penerima Hibah Aset Alat Pendukung Bank Sampah dan Alat Mesin Pencacah Organik: 1.    Penerima Hibah Aset Alat Pendukung Bank Sampah (SMPN 1 Cimaung Kabupaten Bandung), 2.    Alat Mesin Pencacah Organik (SMPN 1 Margaasih Kabupaten Bandung).* dar