728 x 90




Tidak Benar, Tim OSN Jabar Terlantar di Riau

  • Rubrik: Peristiwa
  • 11 Juli 2017 | 09:13 WIB
  • 00367
img
Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Ahmad Hadadi, hadir dalam pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Pekanbaru.* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com) --  Kepala Bagian Publikasi Sekretariat Jawa Barat, Ade Sukalsah, memberikan klarifikasi terkait ramainya berita yang beredar secara viral di dunia maya mengenai rombongan siswa Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jawa Barat yang bertransportasi seadanya dan terlantar di Riau. Dirinya menegaskan, kabar yang beredar tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

“Kabar yang beredar sudah sangat melenceng dari yang sebenarnya terjadi. OSN jenjang SD, SMP, dan SMA Alhamdulillah mendapat perhatian dari Pemprov Jabar dari awal sampai kepulangan. Dari persiapan sampai beres pertandingan,” tegasnya di Gedung Sate, Senin (10/7).

Ade mengatakan, meskipun SD dan SMP secara administrasi sudah menjadi kewenangan dan tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota serta SMA/SMK menjadi kewenangan dan tanggungjawab pemerintah provinsi sejak 1 Januari 2017, Pemprov Jabar konsisten memberikan dukungan dengan cara memberikan bantuan dana hibah melalui PGRI Provinsi Jabar. Dana hibah ini dimaksudkan untuk memfasilitasi penyelenggaraan OSN tingkat provinsi jenjang SD, SMP, dan SMA.

Ade mengungkapkan, jumlah peserta OSN yang dikirim ke Pekanbaru itu terdiri atas SD 10 orang, SMP 26 orang, dan SMA 60 Orang. Sebelum pemberangkatan, semua peserta OSN mendapat pembekalan selama dua hari dari Dinas Pendidikan dan PGRI bertempat di Isola Resort UPI Bandung.

“Semua peserta diberikan uang saku sebesar Rp100 ribu perhari (besaran sesuai standard belanja) dipotong pajak 10%, sehingga selama dua hari pembekalan setiap peserta dibayar Rp190 ribu setelah pajak,” jelasnya.

Sedangkan peristiwa naik angkot para peserta OSN jenjang SD dan SMP setelah acara pembekalan ke Pekanbaru dari Isola Resort UPI ke Bandara Husein Sastranegara, dibenarkan Ade.

“Itu terjadi karena miskoordinasi antar panitia yang menyebutkan bahwa fasilitasi transportasi untuk peserta SD dan SMP menjadi tanggungjawab pemerintah kota/kabupaten. Panitia sama sekali tidak bermaksud mengurangi pengkhidmatan terhadap peserta dan menyesalkan hal tersebut terjadi,” jelasnya.  

Selama di Pekanbaru, menurut Ade, seluruh peserta OSN Jabar tersebut diantar jemput menggunakan kendaraan khusus yang sudah dipersiapkan.

“Dalam kesempatan pembukaan di Pekanbaru, Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Bapak Ahmad Hadadi, berada di tengah-tengah mereka untuk memberikan motivasi dan memastikan layanan kepada siswa dapat dipenuhi sebagaimana mestinya,” katanya.

Dikatakan Ade, peserta yang berangkat ke Pekanbaru oleh pemerintah semuanya diberi tabungan sebesar Rp2,5 juta. Bahkan, untuk peraih medali emas mendapat uang pembinaan Rp7 juta, perak Rp6 juta, dan peraih perunggu Rp4,5 juta plus uang saku sebesar Rp125 ribu selama 6 hari dipotong pajak.

“Selain itu, juara ke satu tingkat provinsi semua peserta mendapat uang pembinaan dari Gubernur Jabar, yakni juara 1 SD dan SMP Rp3 juta dan juara 1 SMA Rp2,5 juta,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap netizen yang sudah kadung menyebarkan berita tidak benar alias hoax agar segera meluruskan ‘postingan’nya.

“Kami berharap kabar yang tidak benar agar bias diluruskan, demi kemaslahatan bersama,” tutupnya. * dar