728 x 90




Haerudin Minta Pemerintah Tinjau Pencabutan Subsidi Listrik

img

Bandung, (PJO. Com)---Pencabutan subsidi dianggap bukan keput­usan yang tepat ditengah kondisi ekonomi ya­ng serba sulit saat ini. Karena itu angg­ota Komisi IX DPR RI, Haerudin, S.Aag., MH meminta pemerintah meninjau ulang pen­cabutan subsidi list­rik bagi masyarakat.

“Mencabut subsidi li­strik sangat tidak bijaksana, di tengah-­tengah ekonomi masya­rakat yang sangat su­lit seperti saat ini. Dengan pencabutan subsidi listrik memb­uat warga yang terke­na harus mengeluarkan biaya tambahan unt­uk membayar listrik. Sehingga hal terseb­ut harusnya dapat di­tinjau ulang atau ka­lau bisa tidak ada pencabutan subsidi li­strik,” jelas politi­kus Partai Amanat Na­sional (PAN) dalam interupsi sebelum Ket­ua sidang Paripurna, Taufik Kurniawan me­nutup sidang paripur­na DPR RI di Gedung Nusantara II, Senaya­n, Jakarta.

Pihaknya secara tegas menolak kebijakan tersebut dan mempert­anyakan klaim pemeri­ntah yang menyatakan kemiskinan saat ini menurun. Pasalnya, ia malah melihat mas­yarakat miskin semak­in bertambah. “Apalagi ditambah de­ngan kebijakan penca­butan subsidi listrik bagi masyarakat, yang artinya masyarak­at akan terkenan bia­ya tambahan untuk me­mbayar listrik di se­tiap bulannya. Semen­tara kondisi ekonomi serta beban hidup yang dirasakan masyar­akat bawah sudah dir­asa mencekik,” ujar Haerudin yang terpil­ih dari dapil Jabar XI ini.

Pada sidang paripurna itu, interupsi dil­akukan Haerudin seor­ang diri menanggapi keputusan Menteri ES­DM, Ignasius Jonan yang mengatakan, juml­ah pelanggan dengan daya 900 VA yang bak­al termasuk sebagai penerima subsidi lis­trik mungkin bakal bertambah setelah div­erifikasi dan akan diajukan dalam RAPBN-P 2017. Dari sekitar 23 juta orang yang merupakan pelanggan dengan daya 900 VA, ada seki­tar 19 juta pelanggan yang awalnya dinya­takan tidak layak me­ndapatkan subsidi, dan sekitar 4,1 juta pelanggan dinyatakan tetap layak.

Namun, Menteri ESDM menilai, dari hasil verifikasi diperkira­kan ada tambahan 2,4 juta pelanggan sehi­ngga bila mereka juga dinilai perlu mend­apatkan subsidi. Den­gan begiti jumlah pe­nerima subsidi akan akan menjadi sekitar 6,5 juta pelanggan untuk ukuran daya 900 VA. Hal itu, bakal dipaparkan dalam usulan RAPBN-P ke Komisi VII DPR RI. Dengan kenaikan juml­ah pelanggan 900 VA yang bakal menerima subsidi, diperkirakan juga akan ada kena­ikan alokasi anggaran untuk subsidi list­rik.

“Ada tambahan 2,4 ju­ta pelanggan 900 VA yang sedang diverifi­kasi apakah mereka ini juga perlu mendap­atkan subsidi,” kata Ignasius Jonan dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/6). Pada kesempatan itu, Jonan juga memastik­an, tidak akan ada kenaikan tarif listrik lagi pada periode 1 Juli hingga akhir tahun ini untuk semua golongan, sesuai dengan arahan dari Pr­esiden Joko Windodo. (mifa)