728 x 90




Sekda: Disbun Harus Siapkan Strategi Komoditas

img
Sekda Jabar, Iwa Karniwa, menghadiri halal bihalal di Dinas Perkebunan Jawa Barat, Jalan Surapati, Bandung, Kamis (6/7).* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com) — Sekda Jabar, Iwa Karniwa, meminta Dinas Perkebunan menyiapkan strategi penajaman komoditas perkebunan yang bisa membuka tenaga kerja dan berorientasi industri. Penekanan ini disampaikan Iwa saat menghadiri halal bihalal di Dinas Perkebunan Jawa Barat, Jalan Surapati, Bandung, Kamis (6/7), yang juga dihadiri stakeholder perkebunan seluruh Jabar.

Menurutnya, ke depan perkebunan bisa lebih memfokuskan pada pengembangan empat komoditas, yakni kelapa, teh, kopi, dan karet yang selama ini produksinya cukup tinggi di Jabar.

“Sehingga pendekatannya tidak lagi one village one product, tapi pendekatannya sudah zona,” katanya.

Karena itu kelembagaan, sarana prasarana, dan infrastruktur perkebunan dengan pendekatan ini bisa makin optimal mulai dari hulu sampai hilir. Menurutnya dari mulai pembenihan sampai panen, dikelola dengan mekanisme yang baik. 

“Di hilirnya, itu sampai proses manufacturing sampai paling tidak terjadi produksi setengah jadi yang bisa diekspor dan memiliki nilai tambah tinggi. Syukur-syukur bisa sampai jadi,” paparnya.

Kedua, dia meminta Dinas Perkebunan membangun sinergitas dengan mengedepankan pola inti plasma. Dengan pola ini, maka investor bisa mendorong masyarakat untuk berkontribusi di bidang perkebunan.

“Investor menanamkan modal di perkebunan kopi masyarakat yang luas, ada perjanjian, pola tanam disesuaikan hingga produktifitasnya baik. Sekaligus proses manufacturing,” tuturnya.

Selain itu investor juga turut menyiapkan pasar agar pola kerjasama yang melibatkan masyarakat perkebunan ini bisa berlangsung panjang.

“Pola pengembangan sekarang belum skala industri, ini akan dikembangkan ke depan dengan penajaman strategi komoditas,” ujarnya.

Menurutnya peluang sektor perkebunan membuka banyak lapangan kerja sangat signifikan. Dia mencontohkan karet rakyat bisa mempekerjakan pekerja hingga 120.000 orang.

“Itu belum yang skalanya perkebunan, belum lagi di kopi dan teh, juga kelapa di Pangandaran,” cetusnya.

Sektor perkebunan juga bisa turut diselipi oleh pengembangan holtikultura yang memungkinkan masyarakat mendapat penghasilan tambahan. Iwa menunjuk saat ini ada perkebunan yang juga mengembangkan cabai merah keriting. “Ini belum mengarah ke skala industri, sehingga ke depan ada kapitalisasi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja cukup banyak,” paparnya. * dar