728 x 90




Pemprov Jabar Bakal Tambah Unit Sekolah Baru

  • Rubrik: Pendidikan
  • 05 Juli 2017 | 00:29 WIB
  • 00554
img

BANDUNG, (PJO.com) -- Jumlah lulusan sekolah tidak sebanding dengan jumlah sekolah di Jawa Barat. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar akan  mengupayakan menambah unit sekolah baru (USB). Namun, program tersebut masih terkendala persoalan pengadaan lahan.

"Pak Gubernur tadi sudah memerintahkan kepada kami agar segera dilakukan pengadaan lahan untuk pembentukan USB," kata Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, kepada wartawan di Bandung, Senin (3/7).

Ahmad menuturkan, kekurangan sekolah ini paling banyak terjadi di wilayah kabupaten. Sedangkan untuk wilayah perkotaan APK-nya sudah 90 persen.

"Untuk sementara ini sebelum ada USB, kami menganjurkan Sekolah Menengah Terbuka. Artinya, sekolah ini tidak perlu ruang kelas khusus, bisa dilakukan di tempat kegiatan belajar (TKB) seperti madrasah, mesjid, ruang sekolah, maupun kantor kelurahan, tapi ada tatap muka dengan pegajarnya di sekolah induk," paparnya

Dia berharap sekolah induk dari SMT ini merupakan sekolah berkualitas yang terakreditasi A. Disdik pun sudah melakukan program ini sejak tahun lalu dengan jumlah siswa sekitar 4.000 orang. 

"Tahun ini SMT yang sudah ada di Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Bogor. Alhamdulillah ini sudah berjalan  baik," tegasnya.

Ahmad menambahkan, pihaknya menargetkan 100 ribu siswa mengikuti program SMT dengan 30 ribu TKB yang menyebar di seluruh Jabar. 

"SMT ini kita prioritaskan di wilayah kabupaten. Ke depannya jumlah siswa SMT akan ditambah hingga 100 ribu siswa ikuti SMT," pungkasnya. 

Sedangkan untuk tenaga pengajarnya berasal dari relawan yang diberi honor. Selain itu, sambung Ahmad, SMT dilengkapi guru utama dari sekolah induk yang memberikan pendampingan.

"Anggarannya dari pusat, yaitu Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga dari Pemrov Jabar," pungkasnya.* dar