728 x 90




Pemprov Jabar Bakal Perlebar Jalur Limbangan

  • Rubrik: Peristiwa
  • 03 Juli 2017 | 21:28 WIB
  • 00407
img

BANDUNG, (PJO.com) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mengatakan guna mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik lebaran, ke depannya Pemerintah Provinsi Jabar akan memperlebar atau memperluas arus jalur Limbangan menuju Garut.

"Kita akan usulkan jangka pendeknya kepada pemerintah pusat, mudah-mudahan sudah direncanakan. Selain masukan dari kita, dari Polri ada masukan untuk memperlebar ruas Jalan Limbangan menuju Garut," paparnya kepada wartawan di Gedung Sate, Bandung, Senin (3/7).

Untuk jangka panjangnya, dikatakan Aher, di jalur tersebut harus ada jalan tol. Pemprov Jabar sudah mengusulkanya kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

"Insha Alloh sedang kita rencanakan. Meski pelaksanaannya bisa lima tahun kemudian, tapi setidaknya sudah direncanakan dari sekarang pembangunan jalan tol itu," ungkapnya

Menurutnya, wilayah tersebut merupakan bagian dari pengembangan Jabar Selatan yang kini dinilai semakin menggeliat. Sementara jalur Selatan itu baru terbentuk setelah wilayah Cileunyi.

"Kecuali dari arus mudik lokal seperti dari Banten selatan lewat Cisolok Pelabuhan Ratu dan Jampang Kulon melalui jalur Selatan ‘kan bisa. Sedangkan kepadatan mudik itu di jalur Utara dan tengah seperti Bogor, Cianjur, Sukabumi, ditambah dari Jakarta," tuturnya. 

Aher pun menilai secara keseluruhan arus mudik 2017 termasuk paling baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, masa libur lebaran cukup panjang, seperti libur sekolah sejak 19 Juni 2017 dan libur kerja sejak 23 Juni 2017.

"Arus mudik tahun ini tidak menyisakan masalah, karena masa liburnya yang panjang. Ini cukup teratur ketika mudik, ketika arus balik juga cukup teratur," ungkapnya.

Aher pun mengakui meski dinilai lacar, namun masih saja terjadi kemacetan di ruas jalur Selatan seperti Garut, Malangbong, dan Tasikmalaya. Hal itu disebabkan arus mudik berbarengan dengan arus rekreasi liburan masyarakat ke berbagai tempat rekreasi yang ada di jalur Selatan, seperti Pangandaran, Garut Selatan, dan Tasikmalaya Selatan.

"Memang arus mudik berbarengan dengan arus rekreasi liburan masyarakat ke berbagai tempat rekreasi yang ada di jalur Selatan, ketika balik itu bersamaan. Makanya kemacetannya meningkat ketika arus balik lebaran," terangnya.

Menurutnya, puncak arus balik lebaran terjadi pada Sabtu 1 Juni 2017 atau H+6. Sedangkan Minggu kemarin tidak begitu padat arus balik lebaran yang melintas di Jabar.

"Yang paling padat itu pada Sabtu malam. Sedangkan minggu malam kemarin tidak terlalu padat," imbuhnya

Menurut Aher, kepadatan arus balik ini bisa diatasi secara baik dengan manajemen trafik yang bagus. 

"Semuanya sudah selesai diatasi dengan manajemen trafik lalu lintas yang bagus," pungkasnya.* dar