728 x 90




Praktik Ilegal Sangat Memungkinkan Terjadi Saat PPDB

  • Rubrik: Pendidikan
  • 03 Juli 2017 | 13:55 WIB
  • 00383
img
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar. Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc., dan , Kadisdik Jabar, Dr. Ahmad Hadadi. * dok.

BANDUNG, (PJO.com) --Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat mengingatkan dinas Pendidikan Jawa Barat untuk untuk mengantisipasi segala praktik ilegal yang mungkin  terjadi pada  masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK sederajat 2017 untuk jalur akademik yang dimulai Senin (3/7).

Menurut Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar. Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc., setiap kegiatan PPDB sering kali terjadi praktek ilegal oleh pihak-pihak tertentu dengan memanfaatkan untuk mencari keuntungan. Ini dilakukan, baik oleh oknum sekolah maupun para calon orangtua siswa agar anaknya dapat diterima, walaupun bila dilihat dari sisi akademik tidak memungkinkan karena nilainya di bawah standar.

“Untuk mengantisipasi hal perbuatan ilegal tersebut, sejak dialihkelolanya SMA/SMK oleh provinsi,  maka kami minta Disdik Jabar bisa lebih siap dan matang terkait PPDB SMA/SMK untuk jalur akademik ini. Praktik ilegal sangat memungkinkan terjadi saat PPDB berlangsung.” ujarnya.

Sejumlah permasalahan pada saat pendaftaran PPDB SMA/SMK jalur non akademik, seperti adanya masalah dalam pendaftaran online harus menjadi cerminan bagi Disdik Provinsi Jabar saat menggelar pendaftaran PPDB jalur akademik .

Sekretaris FPKS DPRD Jabar ini  mengingatkan, hal tersebut jadi pelajaran bagi Disdik Jabar agar lebih siap lagi.

Ditekankannya juga,  agar mekanisme yang dibuat benar-benar harus bisa meminimalisasi setiap potensi kecurangan dalam pelaksanaan PPDB ini.

“Pokoknya, jangan sampai ada pungli yang berdampak kepada anak yang memiliki kapasitas tapi tidak mendapat akses pendidikan” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kadisdik Jabar, Dr. Ahmad Hadadi, mengatakan para orangtua yang tidak dapat mengakses PPDB Online, tidak perlu khawatir.

“Silakan datang langsung ke sekolah yang dituju, dengan membawa persyaratan asli dan fotocopy yang telah ditentukan,  seperti ijazah, NEM, raport, Akte Kelahiran, KK, KPT orangtuanya.  Bagi calon siswa yang belum keluar ijazahnya, dapat membawa SHUN (Sertifikasi Hasil Ujian Nasional) dari sekolah asalnya,” jelas Hadadi.* dar