728 x 90




Aher: Kebijakan Full Day School Harus Dikaji Ulang

  • Rubrik: Pendidikan
  • 18 Juni 2017 | 16:54 WIB
  • 00070
img
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.* ist.

BANDUNG, (PJO.com) -- Penerapan kabijakan full day school oleh Meteri Pendidikan perlu dikaji ulang secara komprehensif. Menurut Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), kebijakan itu setidaknya harus mempertimbangkan kearifan lokal daerah.

"Salah satunya, misalnya harus memperhatikan pendidikan nonformal seperti madrasah dinniyah atau sekolah agama di masjid-masjid yang umumnya digelar sore hari sepulang anak sekolah dari SD. Dengan full day school, itu bisa hilang ‘kan?" katanya di Bandung, Sabtu (17/6).

Kecuali kalau muatan pendidikan madrasah itu sekaligus dimasukan dalam kebijakan full day school. Pertimbangan lain, menurut Aher, adalah kesiapan SDM dan infrastruktur di daerah.

"Infrastruktur di daerah itu hingga kini tidak sama, baik tenaga pengajar maupun fasilitas lainnya. Jika itu terjadi, maka ada daerah yang bisa melaksanakannya, ada daerah yang sama sekali tidak siap. Akhirnya, kembali lagi pada masalah klasik bahwa pendidikan tidak merata," jelasnya.

Seperti diberitakan, Kemendikbud menerapkan kebijakan full day school, sekolah hanya sampai hari Jumat, tetapi setiap harinya jam mengajar dan keberadaan anak didik di sekolah hampir seharian.* dar