728 x 90




Aher: Dibutuhkan Transparansi Harga Bahan Pangan

img
Peluncuran Kick-Off Early Warning System (EWS) Portal Informasi Harga Pangan (Priangan), di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (14/6).* humas jabar

BANDUNG, (PJO.com) -- Stabilitas harga, sangat erat kaitannya dengan stabilitas makro ekonomi dan sasaran inflasi. Minimnya informasi harga bahan pangan yang terpercaya, akan mempengaruhi efisiensi keputusan yang diambil oleh para pelaku ekonomi. Akumulasi dari ekspektasi negatif masyarakat akibat adanya 'asymmetry information'. Ini berpotensi menimbulkan gejolak harga yang pada gilirannya dikhawatirkan dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi makro.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mengatakan terkait hal tersebut dibutuhkan transparansi harga bahan pangan agar terjadi 'convergence' harga yang akan mengurangi potensi gejolak perekonomian di daerah,. Dengan demikian, kestabilan harga barang pangan dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jabar secara umum.

Sehubungan dengan itu pula, Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) dan Tim Pengendalian Inflasi  Daerah (TPID) se-Jabar telah mengembangkan Priangan sebagai salah satu alat dalam rangka pengendalian inflasi di Jabar serta sebagai bagian dari program Proper Kahiji Utama Jilid II.

Aher mengatakan bahwa sistem tersebut, memberi manfaat penting terutama dalam memantau kestabilan harga bahan kebutuhan pokok di pasaran.

"Kalau ada ketimpangan harga, kita bisa ambil tindakan segera," kata Aher pada acara Kick-Off Early Warning System (EWS) Portal Informasi Harga Pangan (Priangan), di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (14/6).

Aher pun berharap, pemerintah bisa terus menghadirkan pangan yang terkendali dari sisi harga maupun stoknya. Melalui Priangan  yang diperkaya dengan fitur EWS ini, kemudian diharapkan mampu meminimalisasi/menghilangkan kendala 'asymmetric information', sehingga pada akhirnya dapat tercipta kestabilan harga yang berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi khususnya di Jabar. 

"Dengan sistem-sistem elektronik seperti sekarang ini, permainan mafia-mafia mulai bisa diminimalisasi," sambungnya.

Sehubungan dengan itu pula, Aher menghimbau kepada seluruh pemangku kepentingan terkait dengan upaya menjaga stabilitas pangan, untuk senantiasa meningkatkan kerja sama antardaerah sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan keterbatasan stok pangan, baik intern Jabar maupun antarprovinsi. 

Aher juga meminta pihak terkait untuk aktif dalam melakukan monitoring harga pangan secara harian. 

"Aktif dalam pengembangan operasional e-Priangan di wilayah masing-masing sebagai operasi pasar virtual yang sifatnya tidak insidentil," ujarnya.

Kemudian, lanjut Aher, menyusun neraca pangan secara berkala sebagai dasar inisiasi kerja sama antardaerah, memberdayakan masyarakat dalam kegiatan usaha tani mandiri melalui program Kampung Peduli Inflasi/Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Juga tidak kalah penting, meningkatkan koordinasi antarinstansi di masing-masing kabupaten/kota maupun koordinasi antarkabupaten/kota dalam rangka mengantisipasi permasalahan pengendalian inflasi baik yang akan terjadi maupun yang sedang terjadi.

"Operasi pasar sebagai langkah awal dalam mengatasi lonjakan harga," katanya.* dar