728 x 90




Perdagangan Semakin Baik dengan Alat Ukur yang Mendukung

img
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung menggelar sosialisasi Alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) di UPT Metrologi Legal Kota Bandung, Kamis (8/6).* Kabag Humas Setda Kota Bandung

BANDUNG, (PJO.com) -- Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung menggelar sosialisasi Alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (UTTP)  di UPT Metrologi Legal Kota Bandung, Kamis (8/6). Sosialisasi ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman terhadap pentingnya untuk melakukan tera dan tera ulang terhadap alat UTTP yang dipakai untuk bertransaksi.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kkota Bandung, Eric Atauriq,; dan Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian RI, Hari Prawoko. Hadir juga dalam kegiatan itu Camat Cicendo, Fajar Kurniawan, dan beberapa SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Dalam sambutannya Eric menyampaikan, dengan diberlakukannya UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan kemetrologian yang salah satu kegiatannya adalah tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya UTTP yang semula menjadi urusan dan kewenangan provinsi, dengan terbitnya UU tersebut maka urusan kemetrologian menjadi urusan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Dalam kegiatan perdagangan, kata Eric, baik barang maupun jasa hendaknya harus diukur, ditakar, ditimbang dengan menggunakan alat ukur dan cara pengukuran yang sama, yaitu yang sah dan berlaku menurut UU yang sudah ditetapkan.

“Dengan penetapan tersebut, maka ada beberapa potensi yang dimiliki Kota Bandung, di antaranya SPBU, tanki angkut minyak, meter air PDAM pabrik dan hotel, argometer taksi, jembatan timbang, timbangan toko mas, timbangan tradisional, dan perbelanjaan.

Ditambahkan Eric, adapun perlengkapan yang dimiliki pemerintah kota sebanyak 56, yaitu alat standar penguji UTTP, di antaranya anak timbangan, timbangan neraca, timbangan miligram, timbangan elektronik, propester meter taksi, jangka sorong, stopwatch, meja kerja, salip ukur, dan waterpas.

“Mudah mudahan dengan alat ukur yang dimiliki saat ini bisa membantu transaksi yang lebih baik,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Oded, menyampaikan dengan meningkatnya kegiatan perekonomian di Kota Bandung, baik industri, perdagangan, maupun jasa. Hal ini berdampak pada meningkatkannya penggunaan alat alat ukur, takar,  timbang, dan perlengkapannya (UTTP) di masyarakat.

“Untuk melindungi kepentingan umum di sektor industri dan perdagangan, perlu adanya jaminan dalam kebenaran pengukuran serta ketertiban kepastian hukum,” ujarnya.

Dirinya merasa bersyukur karena Pemerintah Kota Bandung saat ini memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal.

“Meskipun baru terbentuk awal tahun 2017, bulan Mei ini sudah mulai dapat melayani permintaan tera dan tera ulang,”

Oded berharap dengan sosialisasi ini perdagangan di kKta Bandung semakin meningkat dan terus memberikan kebaikan untuk warga.

Insha Allah dengan alat ukur ini, ketertiban dan kejujuran pedagang lebih terlihat, maka dari itu saya harap berniagalah dengan baik agar perdagangan di Bandung semakin berkembang,” pungkasnya.* Mifa