728 x 90




Emil Tinjau Rumah Tapak Bantuan Netizen di Garut

  • Rubrik: Peristiwa
  • 05 Juni 2017 | 12:52 WIB
  • 00440
img
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, meninjau progres pembangunan bantuan rumah tapak untuk korban bencana alam Garut, di kawasan Kampung Pananggungan, Desa Lengkong Jaya, Karangpawitan Garut, Sabtu (3/5).* humas setda kota bandung

BANDUNG, (PJO.com) -- Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (Emil), meninjau progres pembangunan bantuan rumah tapak untuk korban bencana alam di Garut. Rumah bantuan  tersebut  diberinama RISA (Rumah Instan Sehat dan Aman). Sebelumnya, bantuan korban banjir bandang Garut dicanangkan Wali Kota Bandung  melalui kerja sama tematik antara Dompet Dhuafa, Pemerintah Kabupaten Garut, dan komunitas Kitabisa.com.

“Jadi saya ke sini untuk meninjau kembali progres pembangunan korban bencana Banjir Bandang Garut yang sebelumnya digagas kitabisa.com untuk diberikan bantuan,” tutur Wali Kota Bandung di kawasan Kampung Pananggungan, Desa Lengkong Jaya, Karangpawitan Garut, Sabtu (3/5).

RISA merupakan bantuan dari 3.235 netizen melalui Kitabisa.com yang digagas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melalui media sosialnya. Kampanye tersebut berhasil mengumpulkan bantuan sebesar Rp1.265.173.854,-

Bantuan tersebut kemudian  direalisasikan Dompet Dhuafa dalam bentuk bantuan respon bencana dan pascabencana. Ada tiga jenis bantuan pascabencana yang diberikan di Garut, yaitu bangunan rumah, pelatihan motivasi dan perencanaan keuangan micro sederhana, serta modal bergulir.

Saat ini, bangunan rumah untuk korban bencana senilai Rp952.173.854 itu telah hampir selesai. Sisa bantuan netizen lainnya diperuntukkan bagi perpustakaan dan peluang usaha di kawasan ini hingga mencapai kurang lebih 100 juta rupiah.

RISA adalah bangunan konstruksi modern berjenis rumah tipe 36 dan total sebanyak 12 unit. Rumah tersebut dibangun dengan konsep preveb, yaitu pondasi dibangun duluan sehingga sisa bangungan lainnya tinggal disusun seperti lego.

Istimewanya, pembangunan rumah ini menggunakan konsep ramah lingkungan, yang juga menyertakan teknologi biodigester. Nantinya, biodigester itu akan memanfaatkan satu septic tank yang limbahnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas.

Selain di Garut, bantuan dari warganet disalurkan kepada korban bencana di Sumedang. Jumlah yang terkumpul dari warganet untuk warga Sumedang mencapai Rp203.127.636,-

Jumlah tersebut sebagian telah digunakan untuk kegiatan tanggap bencana. Penggunaan dana lebihnya akan diwujudkan dalam bentuk perpustakaan publik senilai Rp118.127.636,-. * Mifa

BANDUNG, (PJO.com) -- Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (Emil), meninjau progres pembangunan bantuan rumah tapak untuk korban bencana alam di Garut. Rumah bantuan  tersebut  diberinama RISA (Rumah Instan Sehat dan Aman). Sebelumnya, bantuan korban banjir bandang Garut dicanangkan Wali Kota Bandung  melalui kerja sama tematik antara Dompet Dhuafa, Pemerintah Kabupaten Garut, dan komunitas Kitabisa.com.

“Jadi saya ke sini untuk meninjau kembali progres pembangunan korban bencana Banjir Bandang Garut yang sebelumnya digagas kitabisa.com untuk diberikan bantuan,” tutur Wali Kota Bandung di kawasan Kampung Pananggungan, Desa Lengkong Jaya, Karangpawitan Garut, Sabtu (3/5).

RISA merupakan bantuan dari 3.235 netizen melalui Kitabisa.com yang digagas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melalui media sosialnya. Kampanye tersebut berhasil mengumpulkan bantuan sebesar Rp1.265.173.854,-

Bantuan tersebut kemudian  direalisasikan Dompet Dhuafa dalam bentuk bantuan respon bencana dan pascabencana. Ada tiga jenis bantuan pascabencana yang diberikan di Garut, yaitu bangunan rumah, pelatihan motivasi dan perencanaan keuangan micro sederhana, serta modal bergulir.

Saat ini, bangunan rumah untuk korban bencana senilai Rp952.173.854 itu telah hampir selesai. Sisa bantuan netizen lainnya diperuntukkan bagi perpustakaan dan peluang usaha di kawasan ini hingga mencapai kurang lebih 100 juta rupiah.

RISA adalah bangunan konstruksi modern berjenis rumah tipe 36 dan total sebanyak 12 unit. Rumah tersebut dibangun dengan konsep preveb, yaitu pondasi dibangun duluan sehingga sisa bangungan lainnya tinggal disusun seperti lego.

Istimewanya, pembangunan rumah ini menggunakan konsep ramah lingkungan, yang juga menyertakan teknologi biodigester. Nantinya, biodigester itu akan memanfaatkan satu septic tank yang limbahnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas.

Selain di Garut, bantuan dari warganet disalurkan kepada korban bencana di Sumedang. Jumlah yang terkumpul dari warganet untuk warga Sumedang mencapai Rp203.127.636,-

Jumlah tersebut sebagian telah digunakan untuk kegiatan tanggap bencana. Penggunaan dana lebihnya akan diwujudkan dalam bentuk perpustakaan publik senilai Rp118.127.636,-. * Mifa