728 x 90




Meniup Terompet Sunda Cetak Rekor Muri

  • Rubrik: Peristiwa
  • 21 April 2017 | 19:29 WIB
  • 00034
img
Rekor Muri tercetak di Soreang, Kabupaten Bandung, setelah sekitar 73 orang secara serempak meniup terompet Sunda, saat peringatan Hari Jadi ke 376 Kabupaten Bandung, Kamis (20/4). * ist.

SOREANG, (PJO.com) -- Rekor Muri (Musium Rekor Dunia Indonesia) dicetak di Soreang, Kabupaten Bandung,  setelah sekitar 73 orang secara serempak meniup terompet Sunda, saat peringatan Hari Jadi ke 376 Kabupaten Bandung, Kamis (20/4).

Puluhan peserta peniup terompet Sunda yang diketuai Yoyon Darsono itu dengan serempak membunyikan terompek pencak ini usai upacara peringatan hari jadi yang dipusatkan di Lapangan Plaza Upakarti, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung.

Antraksi meniup terompet tradisoinal Sunda yang dikolaborasikan rampak  gendang dan drumband ini disaksikan Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser; Wakil Bupati Bandung, H. Gun Gun Guawan; Ketua DPRD Kabupaten Bandung, H. Anang Susanto; Dandim 0609 Bandung, Kejari, Danlanud, Kapolres Bandung, dan sejumlah undangan lainnya.

Senior Manager Muri, Awan Suwargo, memastikan bahwa pencetakan rekor baru di bidang memainkan alat musik terompet tradisional terbanyak belum pernah ada.

Setelah dilakukan verifikasi, maka diperoleh data jumlah pemain terompet tradisional Sunda yang terlibat dalam pencetakan rekor baru itu sebanyak 73 orang. Sejumlah seniman tradisional mulai anak-anak hingga kakek-kakek ini, memainkan terompetnya secara serentak dalam kurun waktu sekitar 1 jam. Para peserta juga mampu mengolaborasikan alunan nada musik tradisional dengan iringan suara alat musik modern, yang dipungkas dengan lagu Sabilulungan, lagu khas Kabupaten Bandung.

"Setelah melalui rangkaian verifikasi dalam pencatatan rekor baru ini, kami dengan bangga menyerahkan piagam rekor Muri kepada Kabupaten Bandung. Mereka berhasil membuat rekor baru kategori pemain terompet tradisional terbanyak. Kategori ini belum pernah ada di Indonesia. Ini prestasi bagi Kabupaten Bandung,” ungkap Awan seusai penyerahan piagam Muri kepada Yoyon Darsono dan Bupati Bandung.

Penggagas ide pembuatan rekor Muri seni meniup tarompet Sunda, Yoyon Darsono, menyatakan bangga dengan rekor Muri ini. Menurutnya, pecahnya rekor Muri itu sebagai kado  ulang tahun ke-376 Kabupaten Bandung. Yoyon berharap akan terus melakukan berbagai inovasi untuk mengangkat budaya Sunda Kabupaten Bandung.

"Alhamdulillah akhirnya kami mampu mencetak rekor baru. Prestasi ini untuk seluruh warga di Kabupaten Bandung, khususnya para pemain terompet tradisional dan pelaku seni tradisional di Kabupaten Bandung. Inilah kado yang bisa kami sampaikan untuk Kabupaten Bandung yang saat ini memperingati hari jadinya ke 376," ungkap Yoyon.

Bupati Bandung, Dadang M. Naser, mengatakan dalam hari jadi ke 376 ini  sengaja melibatkan para pelaku seni peniup terompet tradisional Sunda untuk terus memelihara kelestarian budaya tradisional.

Dadang mengatakan keberadaan pelaku seni peniup terompet  Sunda di Kabupaten Bandung saat ini, sudah jarang ditemukan. Bahkan hampir di setiap pertunjukan kesenian tradisional peniup terompet tradisional ini hanya diisi oleh orang yang sama.

Selain dimeriahkan kesenian tiup terompet, kegiatan ini dimeriahkan pergelaran pencak silat yang diikuti ratusan pesilat dari berbagai perguruan di Kabupaten Bandung.

Usai upacara peringatan, acara perayaan hari jadi dianjutkan dengan Sidang Paripurna pada pukul 02.00 di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Badnung, yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bandung, H. |Anang Susanto. * drd