728 x 90




60 Guru Sejarah Kunjungi Lanud Suryadarma

  • Rubrik: TNI-POLRI
  • 21 April 2017 | 18:59 WIB
  • 00030
img
Para guru SMP dan SD Kabupaten Subang melihat Rumah Sejarah di Kompleks Lanud Suryadarma, Kamis (21/4). * pen-sdm

KALIJATI (PJO.com) --  Pangkalan TNI Angkatan Udara Suryadarma memiliki potensi sejarah yang komplit. Oleh sebab itu, kontribusi sejarah Lanud Suryadarma mutlak dibutuhkan untuk mengisi buku Sejarah Subang dari Masa ke Masa dan Pembangunan Museum daerah Subang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Penerangan Lanud Suryadarma, Letkol Sus. Mangapul Simanjuntak, mengutip pernyataan Prof. Nina Herlina Lubis (Guru Besar Sejarah Universitas Padjajaran Bandung), tatkala menyambut kunjungan 60 guru SMP dan SD Kabupaten Subang untuk melihat obyek sejarah Lanud Suryadarma, Kamis (20/4).

Buku  Subang dari Masa ke Masa direncanakan akan menjadi judul karya Prof.  Nina untuk karya sejarah Subang. Untuk mencapainya, sampai saat ini tim masih melakukan penelitian sejarah lokal di wilayah Subang. Karya sejarah lokal Subang ini digunakan sebagai acuan  untuk membangun sebuah museum daerah yang bernuansa lokalitas Subang.

Kunjungan sejarah ini adalah program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang untuk meningkatkan pengetahuan sejarah para guru yang ada di Kabupaten Subang. Untuk upaya ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Drs. Suwarna M. Pd., mengirimkan Surat Permohonan berkunjung kepada Komandan Lanud Suryadarma, Marsma Suparmono. Surat ini

Kunjungan para guru ini adalah untuk mengetahui dan melihat benda-benda cagar budaya yang ada di Lanud Suryadarma, agar menambah wawasan sejarah seluruh guru-guru sejarah di Kabupaten Subang.

Pada pertemuan dengan guru-guru seluruh Kabupaten Subang, Kepala Penerangan menyampaikan secara ringkas potensi sejarah yang sudah menjadi BCB di Lanud Suryadarma, antara lain Museum Kalijati (Rumah Sejarah); Hanggar A , B, C, D; Gedung Dinas Personel dan Bunker Perlindungan di bawah lantainya,  Gedung Wing Udara 8 dengan Bunker Pelindungan di bawah tanah; Monumen Sersan Kinoshita (prajurit Jepang), Tower Air, Tower Pengatur Lalu Lintas Udara, Kolam Renang Zwembath (Slembat) kolam renang pertama di Nusantaara. Semua BCB ini masih tegak berdiri, orisinil namun diperbaiki secara memugar tanpa mengubah bentuk asli, dibangun pemerintah Belanda tahun 1917, terdapat Monumen Suryadarma yang dibangun tahun 2016.

Antusisme para guru terlihat dari ragam pertanyaan yang sangat menarik saat diskusi seperti: Mengapa Belanda memutuskan Pangkalan Udara Kalijati sebagai pertama? Mengapa Sekolah Penerbangan umum dilaksanakan di Yogya setelah kemerdekaan, kenapa tidak di Kalijati, padahal Kalijati sejak zaman Belanda sudah mendidik dan melatih penerbang tempur? Diskusi yang sangat menarik dan pertanyaan ini juga menjadi renungan prajurit dirgantara untuk meneliti lebih lanjut.  * dar