728 x 90




Unjuk Rasa Warnai Upacara Hari Jadi Kab. Bandung

  • Rubrik: Peristiwa
  • 20 April 2017 | 16:54 WIB
  • 00048
img
Upacara peringatan Hari Jadi ke 376 Kabupaten Bandung, Kamis (20/4), diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah pemuda yang mengatasanamakan PPKB (Pergerakan Pemuda Kabupaten Bandung). * drd

SOREANG, (PJO.com) -- Upacara peringatan Hari Jadi ke 376 Kabupaten Bandung, Kamis (20/4), diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah pemuda yang mengatasanamakan PPKB (Pergerakan Pemuda Kabupaten Bandung).

Aksi mereka dimulai beberapa saat setelah upacara Peringatan Hari Ulang Tahun yang dipimpin Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser itu berlangsung.

Sejumlah pemuda dari KMKB (Kesatuan Mahasiswa Kabupaten Bandung), Komunitas Lingkar Angsoka, Komunitas Hammockan, dan Komunitas Mela Ruang ini melakukan aksi dengan teatrikal di trotoar Jalan Al Fath, luar gerbang Kompleks Pemkab Bandung atau depan Lapangan Upakarti, Soreang, tempat upacara bendera Peringatan Hari Jadi itu berlangsung.

Dengan membentangkan spanduk dan tulisan di atas karton dengan berbagai tuntutan, mereka secara bergantian melakukan orasi. Meski pelaku aksi jumlahnya sedikit, namun tidak luput dari pengawalan kepolisian dari Polres Bandung dan Polsek Soreang serta Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kabupaten Bandung.

Mereka menyayangkan atas perayaan Hari Jadi Kabupaten Bandung, karena tidak menutupkemungkinan menggunakan anggaran cukup besar untuk rangkaian kegiatan Hari Jadi ke 376 tersebut.

"Sementara kondisi di masyarakat seperti kemiskinan masih memprihatinkan, masalah banjir juga belum bisa diselesaikan," kata Atep, kordinator aksi.

Dalam tuntutannya, mereka juga mempertanyakan optimalisasi pendidikan, pelayanan publik yang nyaman bagi wanita, anak-anak, lansia, dan difabel. Masalah infrastruktur, pencemaran lingkungan dan ruang terbuka hijau serta permasalahan lainnya yang sangat kompleks di Kabupaten Bandung.

"Kabupaten Bandung kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia, tapi pemerintah tidak bisa memanfaatkannya secara bijak," katanya.

"Kami warga Kabupaten Bandung yang sadar dan sedikit kritis, hanya ingin menyadarkan masyarakat yang sedang kebingungan dan tertutup matanya dengan penyampaian aspirasi. Kami menuntut hak-hak kami yang telah dijamin dan diamanatkan oleh UUD 1945,” katanya.

Mereka juga mempertanyakan soal wacana pemekaran Kabupaten Bandung Timur. Pasalnya, Kabupaten Bandung baru saja melakukan pemekaran dengan terbentuknya Kabupaten Bandung Barat.

"Pertanyaan bagi PPKB, Kabupaten Bandung Barat lahir baru beberapa tahun, tapi kembali ada wacana pemekaran kembali di wilayah Bandung Timur. Ada apa di balik pemekaran itu," katanya.

Peringatan Hari Jadi ke 376, tampak tidak begitu meriah. Masyarakat umum tidak tampak meramaikan peringatan yang dipusatkan di Lapangan Upakarti, Kompleks Pemkab Bandung tersebut. Hanya beberapa atraksi kesenian yang ditampilkan panitia usai upacara peringatan, seperti pergelaran meniup tarompet Sunda secara serempak yang dilakukan ratusan peserta dari berbagai perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Bandung serta pergelaran atraksi pencak silat.

Sebelum masuk Ruang Sidang Paripurna DPRD, Bupati diarak dengan menggunakan andong. * drd