728 x 90




KPU Kabupaten Bandung Bangun Bale Pintar Pemilu

img
Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, didampingi perwakilan KPU Jabar, Endun Abdul Haq, dan Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Hasbi Noor, saat meninjau Bale Pintar Pemilu usai peresmiannya di Jalan Sindang Wargi Kecamatan Soreang, Rabu (19/4). * humas pemkab

SOREANG, (PJO.com) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung membangun Bale Pintar Pemilu. Bale Pintar Pemilu ini selain menyediakan fasilitas edukasi bagi para pemilih pemula, juga menyediakan kemudahan akses bagi kaum difabel.

“Kantor KPU Kabupaten Bandung sudah mendahului KPU Provinsi Jawa Barat dengan mulai mengakomodir aksesibilitas bagi para pemilih penyandang disabilitas,” kata Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, usai meresmikan Bale Pintar Pemilu di Jalan Sindang Wargi, Kecamatan Soreang, Rabu (19/4).

Bale Pintar Pemilu merupakan sebuah konsep pendidikan bagi pemilih yang dilakukan melalui penayangan audio visual, ruang pamer, ruang simulasi, ruang diskusi, dan media lainnya. Secara lebih luas konsep rumah pintar pemilu dapat difungsikan sebagai museum khusus pemilu.

“Keberadaan Bale Pintar Pemilu merupakan sebuah jawaban kebutuhan pemilih dan masyarakat umum dalam mendapatkan edukasi nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan,” ujar Dadang Naser.

Dadang berpesan agar Bale Pintar Pemilu ini harus menyediakan antara lain materi edukasi yang memuat sarana untuk memperkenalkan, memahamkan, dan menanamkan kesadaran dan menginspirasi masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai demokrasi.

“Hal lebih penting, bisa menyisir segenap segmentasi yang terdapat dalam masyarakat Kabupaten Bandung, baik itu segmentasi gender, segmen marginal, keagamaan, disabilitas, pemula dan pra pemula,” lanjut Bupati.

Dadang menambahkan, Kantor KPU lama yang terletak di Kecamatan Katapang itu melanggar aturan karena tidak terletak di Ibukota Kabupaten. Kini dengan dipindahkan ke kantor yang dulunya digunakan sebagai Kantor Kecamatan Soreang, KPU Kabupaten Bandung memanfaatkannya dengan penataan yang baik dengan mempersiapkan berbagai konten.

“KPU sudah memanfaatkan kepindahan kantornya ini, tadi kita lihat saat peninjauan ada beberapa area, ada media center yang menyediakan berbagai informasi terkait persoalan nasional dan internasional, baik catatan sejarah pemilu di Indonesia maupun sistem pemilu di dunia, dan ini ditampilkan dalam LCD yang cukup representatif,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Dadang, ada juga koridor kaleidoskop yang berisi dokumentasi pemilu di Kabupaten Bandung, dan area yang ke tiga merupakan aula yang representatif.

“Ada studio mini, ruang untuk simulasi dan diskusi, dan yang paling menarik adalah peace zone, ini disiapkan untuk rehabilitasi pasca pemilu bagi peserta pemilu yang mengalami kekalahan, biar tidak stres,” canda Dadang.

Untuk ke depannya diharapkan pihak KPU juga menyediakan psikolog untuk rehabilitasi pasca pemilu ini.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Bandung, DR. Ir. Agus Hasbi Noor, M. MPd., Bale Pintar Pemilu merupakan program nasional, anggarannya berasal dari pusat. KPU RI dan Provinsi memberikan keleluasaan untuk mengisi materi kekhasan daerah masing-masing.

“Selain itu, kami diberi keleluasaan dalam pemberian nama rumah pintar pemilu untuk masing-masing daerah. Di daerah lain ada yang dinamakan tepas, lawang, serambi, pojok, gedong, saung dan sebagainya disesuaikan dengan daerah masing-masing,” kata Agus Hasbi.

Penamaan Bale ini sendiri, lanjut Agus, dengan pertimbangan karena bale terkesan lebih luas daripada rumah.

“Jadi bale ini tidak hanya merupakan tempat mendapatkan informasi dalam bentuk display maupun digital,” pungkasnya. * drd