728 x 90




Festival Kamojang Jadi Agenda Tahunan Kabupaten Bandung

  • Rubrik: Kesenian
  • 18 April 2017 | 20:24 WIB
  • 00154
img
Kang Danny Bule, seniman asal Amerika Serikat yang tertarik pada seni dan budaya Sunda, saat menghibur masyarakat dalam acara Festival Kamojang yang digelar di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Sabtu (15/4). * drd

SOREANG, (PJO.com) -- Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser,SH., M.IP., mengatakan warisan budaya merupakan daya tarik pariwisata lokal yang berkelanjutan. Selama budaya itu dilindungi, dijaga, dan dilestarikan, bukan tidak mungkin warisan budaya yang ada di Kabupaten Bandung khususnya ke-Sundaan, bisa menjadi daya tarik pariwisata lokal.

"Budaya Sunda ini bisa menjadi daya tarik wisata lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung, asalkan dijaga dan dilestarikan. Tidak saja oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat dan komunitas setempat," ungkapnya di sela-sela Festival Kamojang, yang dipusatkan di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Sabtu (15/4).

Menurut Bupati, mahataman yang ada di Kecamatan Ibun menggambarkan terhamparnya lukisan alam nan indah dengan beribu spesies tanaman dan binatang. Hal tersebut bisa menjadi modal untuk mendukung ragam budaya asli Sunda di Kabupaten Bandung.

"Selain mahataman sebagai modal, aneka ragam seni Sunda yang ada, seperti karinding, kaulinan barudak, dan seni tari-tarian daerah akan mendukung wisata lokal di Ibun. Juga untuk menjaganya agar terus diturunkan pada komunitas setempat, khususnya pada generasi muda," imbuh Bupati.

Di samping itu, lanjutnya, menjaga budaya untuk pariwisata  harus mengedepankan nilai asli dan tradisional. Namun, kata dia, bisa juga ditampilkan dengan semangat kontemporer potensial untuk bisa mendapatkan apresiasi dari lebih banyak masyakarat.

Terlebih bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-376 Kabupaten Bandung tersebut, tambah Bupati,Festival Kamojang kali ini mengusung Program Raksa Desa.

"Dalam menceritakan warisan budaya, yang penting adalah cerita lokal yang menginspirasi. Di dalamnya harus berisi pesan moral, edukasi, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap daerahnya, dengan menjaga seluruh aspek desanya," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Drs. H. Agus Firman Zaini, M.Si., mengungkapkan Festival Kamojang yang dilakukan ke dua kalinya ini, akan menjadi agenda tahunan dalam mempromosikan budaya untuk pariwisata lokal di Kabupaten Bandung.

"Festival ini akan menjadi agenda tahunan Disparbud. Selain potensi wisata di Kecamatan Ibun yang luar biasa, daya tarik lain dari desa ini adalah panas bumi kawah Desa Kamojang atau Geowisata panas bumi, yang terdiri atas kawah danau Ciharus. Ke depan mungkin akan ada festival wisata lokal lainnya," ungkap Agus Firman. * drd