728 x 90




Sesko TNI Laksanakan Upacara 17-an

  • Rubrik: TNI-POLRI
  • 17 April 2017 | 22:37 WIB
  • 00116
img
Komandan Sesko TNI, Mayor Jenderal TNI (Mar) R. M. Trusono, S.Mn., menerima laporan petugas pembaca UUD 45, pengucap Saptamarga, dan pembaca Panca Setya Korpri pada petugas upacara bendera 17-an di Lapangan Upacara Sesko TNI Bandung, Senin (17/4). * dok. Sesko TNI/Serka Suyatma

BANDUNG, (PJO.com) --  Komandan Sesko TNI, Mayor Jenderal  TNI  (Mar) R.M. Trusono, S.Mn., bertindak selaku Inspektur Upacara bendera 17-an di Lapangan Upacara Sesko TNI Bandung, Senin  (17/4). 

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam amanatnya yang dibacakan    Komandan Sesko TNI, mengatakan rasa dukanya akibat bencana tanah longsor di Ponorogo. Tercatat 28 korban jiwa tertimbun tanah dan ratusan jiwa mengungsi. 

“Untuk itu, kita semua ikut berduka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah ini,” katanya. 

Pihaknya juga bersyukur, karena pelaksanaan pilkada di 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dapat berjalan dengan tertib, lancer, dan aman.  Khusus di DKI Jakarta, pada  Rabu, 19 April 2017, akan melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur putaran ke-2.  “Saya tegaskan, TNI tetap bersikap netral dan menjamin pilkada berjalan tertib, aman, dan lancar.  Kepada seluruh prajurit TNI saya perintahkan untuk bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku.  Begitu juga kepada PNS yang akan memilih, gunakanlah hak pilih dengan sebaik-baiknya.  Waspada upaya adu domba dan menarik TNI kekancah politik praktis terkait pelaksanaan pilkada DKI putaran ke-2,” paparnya.

Panglima TNI juga mengatakan seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, kini telah muncul kelompok baru yaitu ”Cyber Narcoterorism”.  Kelompok ini menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme. 

“Saya ingatkan, kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia. Kelompok ”Cyber Narcoterorism” menggunakan beragam situs terkemuka seperti youtube, twitter, dan facebook untuk tujuan merebut pangsa pasar, penyebaran pemikiran, dorongan, perekrutan, dan berbagai informasi. Hal ini menjadi sebuah cara yang paling efektif dalam melakukan aksi yang diinginkannya.  Gerakan ”Cyber Narcoterorism” menjadi musuh utama bangsa Indonesia saat ini, bahkan menjadi musuh bangsa-bangsa di dunia,” paparnya. * dar