728 x 90




Oded: Pembangunan Harus Diimbangi dengan Ibadah

  • Rubrik: Agama
  • 17 April 2017 | 13:02 WIB
  • 00331
img
Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, saat Shalat Shubuh Keliling di Masjid Al Hikmah, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Sabtu (15/4). * ist.

BANDUNG, (PJO.com) -- Kota maju pesat di sektor pembangunan dan perekonomian, memerlukan peningkatan sumber daya manusia (SDM)). Jika tidak, tidak bertahan lama, bahkan akan mengalami kehancuran dan keterpurukan.

Demikian kata Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, saat Shalat Shubuh Keliling di Masjid Al Hikmah, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Sabtu (15/4).

Dalam ceramahnya, Oded meminta warga melakukan Subling (Shalat Shubuh Keliling) di Kota Bandung.

“Selain subling sebagai sarana silaturahim, sebagai seorang pemimpin saya menjalankan amanah ‘2173’,” katanya.. 

"Surat ke 21 Al- Anbiya ayat 73 adalah amanat saya sebagai seorang pemimpin di Kota Bandung, "  jelas Oded.

Oded menerangkan, dalam Surah Al Anbiya 'Wajaalnahum aimmatan yahdoona biamrina waawhayna ilayhim fiaala alkhayrati waiqama alssalati waeetaa alzzakati wakanoo lanaabideena'. Artinya, Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.'

"Ini tugas sorang pemimpin. Saya memahami kalau saat dilantik disumpah dengan Al Quran dan langsung berjanji pada Allah SWT, wajib hukumnya untuk melaksanakan semua perintahnya, terutama dalam membimbing umatnya ke jalan yang Allah ridhoi,"  jelas Oded.

Dikatakan Oded, pada hari kiamat nanti pemimpin akan membawa umatnya ke neraka atau surge, bergantung pada jalan yang ia bimbing.

Karena itu, dirinya berharap tiga pilar pembangunan yaitu inovasi, kolaborasi, dan desentralisasi dapat benar-benar dijalankan.

"Inovasi, yaitu berharap seluruh warga Kota Bandung tidak berhenti berinovasi untuk Bandung. Kolaborasi, agar semua unsur bekerja sama memajukan pembangunan Kota Bandung, Desentralisasi, agar proses pembangunan lebih mengena dan merata di masayarakat," papar Oded.

Dia mengingatkan, pembangunan tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, tetapi pembangunan nonfisik, seperti mendirikan shalat dan ibadah.

Terkait kepekaan sosial, kata Oded, kepekaan sosial harus terus dibangun dalam jiwa masyarakat. Contohnya, dengan zakat yang dikelola tingkat kewilayahan, seperti RT atau RW.

"Dengan rutin berzakat, kita akan meningkatkan rasa persaudaraan dan jiwa sosial pada setiap warga dan peka pada sesame," pungkasnya. * Mifa