728 x 90




376 Sapi Wajib Bunting Jelang HUT Kabupaten Bandung

img

SOREANG, (PJO.com) -- Sebanyak 376 ekor sapi harus bunting secara serentak menjelang Hari Jadi ke-376 Kabupaten Bandung, yang jatuh pada 20 April mendatang. Hal itu bersamaan dengan peresmian Pasar Hewan Majalaya dan pencatatan pada Muri (Museum Rekor Indonesia) inseminasi buatan serentak dalam Upsus (Upaya Khusus) Siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting), yang dipusatkan di Jalan Anyar Majalaya, Rabu (12/4).

Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, mengungkapkan dari rencana penyuntikan hormon melalui inseminasi buatan, sebanyak 594 ekor wajib bunting, akan ditargetkan 376 ekor, sesuai tahun hari jadi. Menurutnya, adanya pasar hewan, selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, bisa  menampung hasil ternak, juga sebagai sarana pemasaran peternakan dengan transaksi yang optimal.

"Walau sudah melakukan transaksi jual beli sejak 27 Februari lalu, kita targetkan 24.500 ekor per tahun sapi wajib bunting. Namun bersamaan dengan peringatan hari jadi tahun ini, sudah dilakukan penyuntikan hormon pada 376 ekor," ungkapnya.

Bupati menerangkan, pasar hewan ini merupakan fasilitas pasar berupa peralatan/los yang dikelola oleh Pemkab Bandung  yang digunakan untuk tempat jual beli ternak.

“Dasar dalam membangun pasar hewan ini adalah amanah Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 18 Tahun 2009 yang menerangkan bahwa pemerintah wajib memfasilitasi kegiatan pemasaran ternak dan produk peternakan,” jelas dia.

Pendirian pasar hewan ini tentunya memiliki tujuan,  selain untuk menyediakan fasilitas jual beli ternak yang memadai, agar tercipta iklim perdagangan yang sehat dan tertib melalui pengendalian harga ternak dan standar mutu produksi.  Untuk ketahanan pangan bidang peternakan ini, Bupati berharap masyarakat tidak perlu membeli daging impor, tapi sebaiknya hadirkan bibit unggul sapi penghasil daging dan susu, ysng selanjutnya dikembangkan oleh peternak Kabupaten Bandung.

“Tujuan lainnya adalah tercapainya kepastian hukum jual beli ternak, adanya pengawasan terhadap perdagangan ternak dan pencegahan terhadap penularan penyakit hewan. Ke depan, kita tidak usah konsumsi daging sapi dan susu impor tapi kembangkan bibitnya di sini,” tegas Bupati.

Kepala Dinas  Pertanian Kabupaten Bandung, Ir. H. A Tisna Umaran, MP.,  menjelaskan   sejak 27 Februari, sudah dilakukan transaksi, yakni terjual domba 357 ekor, sapi 41, kambing 3, dan kerbau 3 ekor. Dalam rangka Upsus Siwab tahun ini, pihaknya menargetkan 24.500 ekor sapi  melalui inseminasi buatan dengan melakukan penyuntikan hormon pada ternak di 5 wilayah  kecamatan.

“Lokasi wilayah kerja untuk penyuntikan hormon, yaitu 161 ekor di lokasi wilayah kerja Kecamatan Majalaya, 155 ekor di Pangalengan, 83 ekor di Kertasari, 48 ekor di Katapang, dan 130 ekor di wilayah kerja Kecamatan Pasirjambu,” ungkap Tisna.

Dari peresmian yang dilakukan, kata Tisna, bantuan hormon untuk Siwab diberikan oleh beberapa pihak, seperti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dengan 100 hormon, Balai Penyidikan dan Pengujian Verteriner Subang 100 hormon, dan dari Kabupaten Bandung sebanyak 80 hormon. Dia memastikan akan ada penambahan untuk 800 ekor populasi hewan ternak. * drd