728 x 90




Tatang: UKS Wajib Dimiliki Sekolah

  • Rubrik: Kesehatan
  • 13 April 2017 | 20:44 WIB
  • 00032
img
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Pemkot Bandung, Tatang Muchtar, pada kegiatan rutin “Bandung Menjawab”, Kamis (13/4). * humas setda kota bandung

BANDUNG, (PJO.com) -- Sekolah sebagai lingkungan pendidikan dan pengayoman bagi putra-putri bangsa, sangat perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama pada segi kesehatan, kenyamanan, dan kebersihannya. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan tingkat kesehatan serta kebersihan sekolah adalah dengan mewajibkan setiap sekolah untuk memiliki usaha kesehatan sekolah (UKS).

UKS wajib dimiliki oleh jenjang sekolah, dari mulai taman kanak-kanak hingga jenjang sekolah menengah atas, baik pada institusi pendidikan pemerintah maupun pada institusi pendidikan swasta.

Berkaitan dengan hal tersebut pada kegiatan rutin “Bandung Menjawab”, Kamis (13/4), hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Pemerintah Kota Bandung,  Tatang Muchtar, untuk memaparkan upaya Pemkot Bandung memajukan UKS pada instansi pendidikan yang ada di Kota Bandung.

Tatang mengatakan, cakupan institusi yang wajib memiliki UKS adalah dari jenjang TK (Taman Kanak-kanak) hingga SMA atau yang sederajat, serta satuan pendidikan nonformal, termasuk pondok pesantren.

“Jadi, baik institusi pendidikan formal atau nonformal setingkat TK sampai dengan SMA dan yang sederajat wajib memiliki UKS di sekolahya,” urainya.

Dijelaskan Tatang, UKS adalah suatu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kesehatan anak usia sekolah dari segala jenjang pendidikan, dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi  belajar dan peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Dengan terselenggaranya lingkungan pendidikan yang bersih serta terjaga kesehatannya, maka kualitas pendidikan serta peserta didik akan optimal,” jelas Tatang.

Terkait dengan UKS  dalam pelaksanaannya, Tatang mengatakan Pemkot Bandung melandasi program UKS dengan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri No 6/10/PB Tahun 2014.

Untuk sasaran, Tatang mengatakan ada dua kategori sasaran, yaitu primer dan sekunder dalam pelaksanaannya. Sasaran primer, peserta didik dan untuk sasaran sekunder adalah guru, pamong, orangtua, pengelola pendidikan, dan UKS di setiap jenjang. Untuk sasaran tertier adalah lembaga pendidikannya sendiri.

“Jadi sebelum lembaganya, kita menjadikan ornamennya sebagai sasaran pertama dan ke dua,” tuturnya.

Pada  bidang garapan, UKS memiliki 3 program pokok, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.

Sesuai data yang dimiliki Disdik dan Kementrian Agama Kota Bandung, jumlah perjenjang UKS adalah 604 untuk TK/RA, 896 di SD/MI, 284 di SMP/MTS, 289 di SMA/SMK/MA.

“Tidak kurang di 2.073 lembaga pendidikan di Kota Bandung  kita melakukan pembinaan kesehatan serta kebersihan lingkungan sekolah,” tegas Tatang. * Mifa