728 x 90




Hingga Maret, 417 Akseptor KB Pria Terlayani

  • Rubrik: Kesehatan
  • 12 April 2017 | 21:49 WIB
  • 00348
img
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Drs. Sugilar, saat memberikan pengarahan di pertemuan peningkatan kualitas penggerakan pelayanan KB pria di Bandung. * PJO-axmals

BANDUNG, (PJO.com) -- Kesertaan pria dalam ber-KB, secara nasional terbilang rendah, yakni kondom sebesar 1,8 persen dan vasektomi sebesar 0,2 persen (SDKI, 2012).

Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk yang besar, diberikan PPM KB pria MOP sebesar 1.395, sedangkan PPM Ayoman dari pusat sebanyak 6.846, dengan rincian 781 untuk ayoman PB, dan 6.065 untuk ayoman GC (ganti cara).

"Hingga Maret 2017, baru terlayani 417 akseptor KB Pria (GC). Sampai Desember 2016, tercapai akseptor vasektomi sebanyak 876 orang atau sebesar 112 %. Ini melebihi  total PPM yang dibebankan pada 2016 sebesar 780," jelas Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Drs. Sugilar, saat memberikan pengarahan pada pertemuan peningkatan kualitas penggerakan pelayanan KB pria di Bandung, Rabu (11/4).

Tantangan di 2017 semakin besar. Angka PPM MOP meningkat dari 780 menjadi 1.395. sedangkan angka PPM Ayoman dari Pusat sebesar 6.846.

"Diperlukan strategi khusus dalam melakukan KIE kepada calon akseptor. Salah satunya dengan me-refresh pengetahuan terkait MOP/vasektomi pada pertemuan ini," pungkasnya.

Selama dua hari, peserta dibekali materi terkait vasektomi dari sudut pandang medis, serta cara penggerakan akseptor KB pria melalui pendekatan  terhadap tokoh  agama. * Mifa