728 x 90




Kontestasi Pilgub Jabar 2018 Diyakini Berjalan Aman dan Lancar

  • Rubrik: Peristiwa
  • 05 Februari 2018 | 21:58 WIB
  • 00570
img
FGD Sawala Pilgub Jabar 2018 bertajuk "Akur, Jaga Lembur" yang diprakarsai oleh PWI bersama KPU Jabar bertempat di Saung Mang Udjo, Padasuka Bandung, Sabtu (3/2).* dar

BANDUNG, (PJO.com) --  Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), mengatakan demokrasi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Namun, tujuan dimaksud adalah untuk mencapai  kehidupan berbangsa, bernegara, sejahtera, aman, dan nyaman.
Hal itu diungkapkan Aher saat menghadiri kegiatan FGD Sawala Pilgub Jabar 2018 bertajuk "Akur, Jaga Lembur" yang diprakarsai oleh PWI bersama KPU Jabar bertempat di Saung Mang Udjo, Padasuka Bandung, Sabtu (3/2).
Aher menyampaikan tips-tips jitu dalam berdemokrasi yang baik. Menurutnya, kesejahteraan adalah terpenuhinya kebutuhan fisik dan mental secara seimbang.

"Pada saat yang sama, keamanan juga harus terjamin. Sedangkan penghambaan adalah terkait dengan kekhusuan beribadah,"ujarnya.
Oleh karena itu, kata Aher, tujuan utamanya kita harus baik. Jjika baik, maka prosesnya akan mencerminkan tujuan baik pula. Dia berharap, Pilgub Jabar 2018 dapat berjalan sukses dan kondusif sebagaimana keinginan bersama.
Oleh karena itulah, sambung Aher, peran wartawan sangatlah penting dalam turut serta menciptakan suasana yang sejuk.

“Jika berita yang ditulis wartawan dibacanya sejuk, maka situasinya juga akan ikut sejuk,” ungkapnya.
Dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, ujar gubernur penerima seabreg penghargaan ini, salah satunya anugerah Pena Mas dari PWI Jabar itu, menekankan pentingnya jurnalisme tabbayyun. Tabbayyun dalam artian menggunakan jurnalisme yang sehat, atau dalam bahasa  jurnalismenya tabayyun yakni check and recheck.
Sawala Pilgub Jabar 2018 tersebut dihadiri beberapa tokoh Jabar, di antaranya Tjetje Hidajat Padmadinata, Asep Warlan, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan,  dan bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, Sudrajat, Ahmad Syaikhu, dan Uu Ruzhanul Ulum.
Kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada bulan Juni 2018 diyakini akan berjalan aman, lancer, dan kondusif. Selain didasari atas kesadaran bersama untuk menjaga kondusivitas jalannya Pilgub Jabar 2018, juga berdasarkan pengalaman pada dua pilkada sebelumnya, yakni tahun 2008 dan tahun 2013 yang berjalan sukses dan aman. 
Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, berharap kontestasi pada pilgub ini hendaknya berjalan pada tataran tingkat kompetisi yang sangat tinggi. Hal dimaksud, agar masing-masing calon harus beradu program dan gagasan sebagus mungkin agar rakyat bisa memilih.

“Apalagi biaya pilgub sangat besar. Akan rugi jika tidak ada kompetisi seperti itu,” tegas Yayat.
Dalam hal visi misi, Yayat juga berharap para paslon memiliki visi misi yang berbeda dan variatif.

“Silakan beradu gagasan sesengit-sengitnya dan sebebas-bebasnya. Visi misi juga harus beda dan variatif. Inilah makna edukasi politik, dan masyarakat bisa menikmati tontonan keren,” ujarnya
Yayat juga mengapresiasi kegiatan sawala yang digagas oleh PWI Jabar. Menurut dia, sebelumnya paslon jika diundang oleh kelompok masyarakat jarang yang mau hadir.

“Hal ini mencerminkan kredibilitas PWI, sehingga acara bisa dihadiri sejumlah bapaslon dan Gubernur Jawa Barat,” kata Yayat.
Ketua PWI Jabar, Mirza Zulhadi, mengatakan acara Sawala Pilgub Jabar berawal dari keinginan PWI dan KPU Jabar untuk menyosialisasikan Pilgub Jabar dalam format yang berbeda.

“Acara Sawala ini muncul dari ide waktu ngopi-ngopi bareng dengan Pak Yayat (Ketua KPU Jabar). Kita ingin membuat sosialisasi tentang Pilgub Jabar 2018, tetapi suasananya santai,  maka lahirlah acara Sawala,” tutur Mirza.
Mirza juga meminta kepada para anggota PWI dan wartawan untuk mengajukan cuti dari profesi dan keorganisasian jika masuk menjadi tim sukses salah satu calon. Hal itu sebagaimana surat edaran dari Dewan Pers terkait pilkada serentak 2018.
“ Surat edaran dari Dewan Pers akan kami sosialisasikan kepada seluruh ketua PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat. Ini sangat penting untuk menjaga netralitas wartawan dan organisasi,” tegas Mirza.* dar