728 x 90




Upaya Disdik Membangunan Pendidikan Berkualitas di Jabar.

  • Rubrik: Pendidikan
  • 31 Januari 2018 | 09:41 WIB
  • 00544
img
Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, didampingi Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam, saat jumpa Alumni UPI. * ist.

BANDUNG, (PJO.com) -- Terwujudnya pendidikan berkualitas di Jawa Barat merupakan salah satu program wajib, yang sudah menjadi skala prioritas Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. Namun, sesungguhnya kata Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, ada hal yang lebih penting sebagai program besar, yaitu semua anak anak di Jabar harus sekolah. Dengan dibukanya program Sekolah Terbuka Pendidikan Menengah (SMA) dan Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah, yang tidak sekolah.

“Terbukti dengan dibukanya Sekolah Menengah Terbuka dan PJJ, di Jabar  tadinya, tidak ada minat anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah, semenjak program nasional tersebut digulirkan, ribuan anak usia sekolah kembali melanjutkan pendidikannya. Bahkan banyak juga dari mereka yang sudah menikah, ikut sekolah lagi untuk menamatkan pendidikannya,” papar Hadadi, saat ditemui di kantornya, kemarin.
Seiring dengan hal itu, lanjut Hadadi, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah di Jabar kini naik signifikan. Demikian juga, dengan mutu dan akses pemerataan pendidikan di Jabar sudah dapat dirasakan dalam  memenuhi delapan standar pendidikan nasional.
Hadadi menambahkan, untuk pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan APK di Jabar, merupakan wujud nyata dari Pemerintah Provinsi dalam memberikan dukungan dan dorongan untuk membangun sarana prasarana sekokah di Jabar.
Sementara itu, Kepala Bidang SMA Disdik Jabar, Ir. Yesa. S. Hamiseno, menambahkan, upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan berkualitas di Jabar, tidak segampang kita membalikkan telapak tangan. Namun, Disdik Jabar sebagai leading sektor pembangunan pendidikan, berupaya terus menerus, mendongkrak capaian pendidikan berkualitas. Di antaranya  melalui program peningkatan sarana dan prasarana seperti ruang kelas baru (RKB) dan rehabilitasi gedung sekolah. Terbukti upaya kerja keras semua elemen penyelenggara pendidikan, baik di daerah kabupaten/kota maupun provinsi tidaklah sia sia. Baru-baru ini Pemprov Jabar mendapat penilaian kinerja terbaik dari Kementerian. Terutama pengelola DAK, sehingga Disdik Jabar mendapat reward kenaikan anggaran untuk sarana fisik tiga kali lipat dari anggaran tahun lalu.
Diakuinya, tahun 2017 pekerjaan fisik sarana sekolah ada sedikit keterlambatan dari jadwal, namun masih bisa diatasi.

"Alhamdulillah, kini sarana sekolah, baik negeri maupun swasta, yang telah dibangun itu sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh para siswa-siswi dan tenaga pendidik disekolah lainnya," kata Yesa.
Dari hasil pantauan media, pembangunan sarana sekolah di kabupaten/kota, misalnya Kabupaten Ciamis, semua fasilitas seperti kamar mandi dan toilet, serta sarana lainnya cukup bagus dan sangat layak dipergunakan untuk kebutuhan siswa-siswi di sekolah.* dar