728 x 90




Tim Survei Citarum Kota Bandung Terbentuk

  • Rubrik: TNI-POLRI
  • 10 Januari 2018 | 14:06 WIB
  • 00739
img
Panglima Kodam III/Slw Mayjen TNI Doni Monardo saat memberikan pengarahan kepada tim survei Citarum Kota Bandung di Makodim 0816/BS Bandung. PJO.Com/Axmals

Bandung,(PJO.Com)---Keseriusan Pemerintah dalam membersihkan sungai Citarum, terus dilakukan. Salah satunya dengan membentuk tim survei dari Kota Bandung. Tim yang terdiri dari berbagai unsur ini, nantinya melalukan berbagai survei termasuk mendapatkan berbagai data seperti titik sampah, pemasangan jaring-jaring sampah hingga mendata masyarakat yang tidak memiliki sepitenk.

"Hari ini dibentuk tim survei dari Muspika yang terdiri dari Babinsa, babinkamtibmas dan kelurahan. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencemaran serta kelayakan air Citarum. Karena disinyalir, kelayakan air di Citarum sudah cukup memprihatinkan. TNI beserta jajaran lainnya bertekad untuk semaksimal mungkin mengembalikan kelestarian Citarum," jelas Kol. Inf Arfin Dahlan disela Pelantikan Tim Survey Citarum Bandung di Aula Citra Bakti Makodim 0618/BS Jalan Bangka Kota Bandung Rabu (10/1).

Tim yang hadir, diberikan pembekalan terkait survei yang akan dilakukan guna menyatukan persepsi.    

"Ada delapan dasar anak sungai, kita bagi menjadi 27 tim. Personil 900 lebih, terdiri dari TNI, polisi, babinsa, unsur kelurahan, RT RW dan Dinas PU, BBWS serta karang taruna. Dengan adanya data, kita akan mendapatkan pokok masalah. Setelah itu baru dilakukan aksinya seperti apa. Pendataan berlangsung selama empat hari mulai tgl 14 Januari nanti," tegas Arfin yang juga Ketua Tim Survei didampingi Mayor Inf. Soeharto, Pasiintel Kodim 0618/BS.

Disinggung pabrik yang membuang limbahnya ke Citarum, Arfin menyebutkan urusan penegakan hukum ditangani pihak kepolisian. "Makanya kita undang pihak kepolisian termasuk Kapolsek dalam kegiatan ini. Memang, salah satu penyebabnya itu ya limbah, baik industri maupun sampah organik dari masyarakat. Kita sebagai Trigger saja. Permasalahan Citarum tidak bisa diselesaikan sendiri sendiri, harus bersama. Bagaimana ketahanan nasional bisa dibangtun jika masyarakat nya sakit," ujarnya.

Arfin juga mengingatkan, edukasi ke masyarakat harus terus dilakukan, karena seberapapun insfrastruktur yang dibangun, tanpa kesadaran masyarakat tidak berarti apa-apa. "Bagaimana kita memainset masyarakat. Harapan tingkat kesadaran masyarakat semakin meningkat, terutama tentang lingkungannya.

Senada, Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial mengapresiasi semangat tinggi sinergitas yang dibangun Muspika kota Bandung yang ikut mengembalikan kelestarian Citarum.

"Saya berharap kepada unsur muspika agar bersungguh-sungguh dalam mewujudkan kelestarian Citarum.Sesuai hasil survey sementara bahwa, kondisi aliran sungai Citarum banyak dicemari oleh limbah industri dan sampah organik yang notabene dilakukan oleh masyarakat yang membuang sampahnya ke sungai," pungkas Oded singkat.

Hadir Panglima Kodam III/Slw Mayjen TNI Doni Monardo dan para Kepala Dinas dan para Camat Kota Bandung. (mifa)